Trending

  • Sabtu, 20 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Berikut Aturan Selama PPKM Darurat

Berikut Aturan Selama PPKM Darurat
Berikut Aturan Selama PPKM Darurat

Penulis:Aulia Zita

TVRINews, Jakarta

?????Pemerintah resmi menetapkan  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai tanggal 3 Juli hingga 20 Juli, di Pulau Jawa dan Bali. 

“Apa yang sudah kami siapkan ini yang paling maksimal dan sudah kami laporkan pada presiden, dan presiden juga setuju dengan langkah-langkah ini,” ujar Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, yang ditunjuk oleh Presiden sebagai koordinator PPKM Darurat, Kamis (1/7/2021).

Menurut Luhut, aturan ini disusun setelah mendengar masukan dari ahli dan asosiasi profesi terkait, serta aspirasi dari masing-masing kepala daerah. Peraturan tersebut adalah sebagai berikut:

Sektor non esensial seratus persen work from home.Seluruh kegiatan belajar mengajar (sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pelatihan) dilakukan secara daring.

Sektor esensial yang mencakup keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, serta industri orientasi ekspor diberlakukan 50 persen maksimum staf Work from Office (WFO) dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Sedangkan untuk sektor kritikal, yakni mencakup energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (seperti listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari, diperbolehkan seratus persen staf WFO dengan menerapkan protokol kesehatan lebih ketat. 

Supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen, sedangkan apotik dan toko obat bisa buka terus selama 24 jam. 

Kegiatan pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup sementara.
Pelaksanaan kegiatan makan dan minum ditempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat. 

Pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi seratus persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat. 

Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara.

Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) ditutup sementara. 

Kegiatan seni/budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara.

Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan massal, taksi dan kendaraan sewa) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan di tempat resepsi; Penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang. 

Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan moda transportasi jarak jauh (pesawat, bus dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis I) dan PCR negatif Covid-19 maksimal H-2 perjalanan untuk pesawat serta Antigen negatif Covid-19 maksimal H-1 untuk moda transportasi jarak jauh lainnya. 


Masker tetap dipakai saat melaksanakan kegiatan di luar rumah, serta tidak diizinkan menggunakan face shield tanpa penggunaan masker. 

Pelaksanaan PPKM Mikro di RT/RW zona merah tetap diberlakukan.

 

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.