Penulis: Alexandro Hatol
TVRINews, Manggarai Barat
PT Flobamor mengidentifikasi sejumlah masalah yang kerap terjadi di sekitaran perairan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, NTT.
Identifikasi masalah itu tersampaikan melalui program sosialisasi "Pelaksanaan Program Penguatan Fungsi Pulau Komodo, Pulau Padar, dan sekitarnya" pada bulan Juli lalu.
Direktur Operasioanl PT Flobamor Abner Runpah Ataupah kembali mengingkatkan bahwa berdasarkan hasil riset yang dilakukan, menunjukan terdapat banyak masalah yang ada terkait pariwisata di wilayahnya.
Ia menjelaskan masalah itu antara lain sampah pengunjung, kebakaran, kurangnya pemberdayaan penduduk di lokasi wisata, perburuan liar rusa/kerbau di wilayah BTNK, adanya insiden pengunjung/warga dengan komodo, keamanan pengunjung, management naturalist guide.
Baca Juga: Selidiki Penyakit Ginjal Akut Anak, Kemenkes Minta Apotek Hentikan Sementara Penjualan Obat Sirup
Selain itu, registrasi wisatawan, pengendalian arus keluar masuk kapal wisatawan, pengelolaan air bersih, reservasi hotel, reservasi kapal wisata, reservasi taksi/kendaraan, travel agen bodong, kurangnya pemberdayaan penduduk setempat dan konversi rumah penduduk menjadi homestay, pengelolaan sampah, pemberdayaan pelaku wisata, database wisatawan, kapal tidak teridentifikasi dan sampah kapal.
"Atas dasar persoalan diatas, PT Flobamor akan melakukan penguatan fungsi berupa penguatan kelembagaan, perlindungan kawasan, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan wisata alam di Taman Nasonal Komodo," kata Runpah kepada TVRINews.com, Rabu (19/10).
Runpah juga mengatakan upaya Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai pemegang kewenangan pada kawasan konservasi dengan pemerintah provinsi NTT yang secara konkuren bersama-sama untuk mengoptimalisasi manfaat dan meningkatkan kesejahteraan baik secara ekologi, ekonomi maupun sosial budaya.
“Kita siapkan sistem wildlife Komodo sebagai sistem registrasi dan reservasi online sesuai kuota yang diperuntukan bagi mereka yang hendak mengakses Pulau Komodo, Pulau Padar, dan kawasan sekitarnya dengan kontribusi lebih untuk upaya konservasi yang perlu dikompensasikan saat kunjungan dalam rangka menjaga kelestarian ekosistem Taman Nasional Komodo,” ujar Runpah.










