Reporter : Christhoper N.Raja
TVRINews, Tangerang
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi kelompok lanjut usia dan pelayan publik di Kampus 3 BSD Universitas Katolik Atma Jaya, Cisauk, Tangerang, Banten.
Program vaksinasi tahap pertama yang bertajuk “Atma Jaya ber-Daya (SVADaya)” ini dibuka selama lima hari pada 17-21 Maret 2021.
Selama penyelenggaraannya, vaksinasi ini menyasar 3.000 orang dari kelompok prioritas lanjut usia yang memiliki KTP Kabupaten Tangerang dan pelayan publik Unika Atma Jaya.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang memercayakan Kampus 3 BSD Unika Atma Jaya sebagai salah satu sentra vaksinasi di Kabupaten Tangerang, dengan dukungan dari Ikatan Alumni Atma Jaya, Unika Atma Jaya, dan ProSehat.
Sulung, 24 tahun, pelayan publik, membagikan pengalamannya setelah menerima vaksinasi Covid-19. Dia divaksin pada 18 Maret. Sehari kemudian, Sulung merasa pegal di tempat dia disuntik di lengan kiri.
“Setelah hari pertama menerima suntikan vaksin, di situ baru terasa pegal bagian lengan kiri karena yang divaksin tangan kiri, dan kalau tidur menghadap kiri, lengan pun berasa linu,” kata Sulung kepada TVRINews. com, Minggu (21/3/2021).
Efek setelah menerima vaksin ini masih terasa hingga hari kedua. Namun, pada hari ketiga, Sulung mengaku kondisinya sudah kembali normal.
“Efek ini berjalan sampai sekitar H+2 setelah vaksin. Pada H+3, badan sudah kembali normal. Tanpa disadari juga ternyata nafsu makan bertambah setelah vaksinasi,” ujarnya.
Hal tersebut tentu tidak perlu dikhawatirkan karena itu merupakan bagian dari kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI). Sebagai informasi, KIPI adalah reaksi yang didapat peserta setelah menerima suntikan vaksin Covid-19.
Setidaknya ada dua jenis reaksi yang mungkin terjadi, yakni reaksi lokal dan sistemis.Bila pasien menerima reaksi lokal, ia akan mengalami nyeri, bengkak, dan kemerahan di area bekas suntikan. Reaksi lokal yang terbilang parah adalah selulitis.
Dalam reaksi sistemis, penerima akan mengalami demam, nyeri otot seluruh tubuh atau mialgia, nyeri sendi atau artralgia, lemas, dan sakit kepala.
Editor : Agus S. Riyanto










