Trending

  • Minggu, 2 Oktober 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Azis Syamsuddin Berupaya Suap Mantan Penyidik KPK

Azis Syamsuddin Berupaya Suap Mantan Penyidik KPK
Azis Syamsuddin Berupaya Suap Mantan Penyidik KPK

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024 Azis Syamsuddin (AZ) sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) berupa pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara korupsi (TPK) yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu (25/9/2021) dinihari.

Tim Penyidik yang dipimpin oleh Direktur Penyidikan melakukan jemput paksa penangkapan terhadap AZ dengan langsung mendatangi rumah kediamannya yang berada di Jakarta Selatan. Disebutkan bahwa AZ meminta penundaan panggilan dan pemeriksaan karena mengaku sedang menjalani isolasi mandiri setelah kontak dengan seseorang yang dinyatakan positif Covid-19.

Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan konstruksi perkara yang melibatkan Wakil Ketua DPR dari fraksi Partai Golongan Karya tersebut. Masih dalam dugaan, awal perkara ini dimulai pada sekitar Agustus 2020, AZ menghubungi mantan penyidik Stepanus Robin Pattuju (SRP) untuk meminta tolong mengurus kasus yang melibatkan AZ dan Aliza Gunado (AG) yang sedang dilakukan penyelidikannya oleh KPK.

Kemudian, SRP menghubungi advokat Maskur Husain (MH) untuk ikut mengawal dan mengurus perkara tersebut. Setelah itu, MH menyampaikan pada AZ dan AG untuk masing-masing menyiapkan uang sejumlah Rp2 miliar. 

“SRP juga menyampaikan langsung kepada AZ terkait permintaan sejumlah uang dimaksud dan kemudian disetujui oleh AZ. MH diduga meminta uang muka terlebih dahulu sejumlah Rp300 juta kepada AZ,” kata Firli saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (25/9/2021).

Firli menyampaikan teknis pemberian uang dari AZ dilakukan melalui transfer rekening bank dengan menggunakan rekening bank milik MH. Sehingga, SRP menyerahkan nomor rekening bank dimaksud kepada AZ.

Sebagai bentuk komitmen dan tanda jadi, masih dalam keterangan Firli, AZ dengan menggunakan rekening bank atas nama pribadinya diduga mengirimkan uang sejumlah Rp200 juta ke rekening bank MH secara bertahap.

Masih di bulan yang, SRP diduga datang menemui AZ di rumah dinasnya di Jakarta Selatan untuk kembali menerima uang secara bertahap yang diberikan oleh AZ, yaitu USD 100.000, SGD 17.600 dan SGD 140.500.

“Uang-uang dalam bentuk mata uang asing tersebut ditukarkan oleh SRP dan MH ke money changer untuk menjadi mata uang Rupiah dengan menggunakan identitas pihak lain. (Seperti) komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH sebesar Rp4 Miliar, yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp3,1 Miliar,” ujar Firli.

KPK menyayangkan perbuatan yang dilakukan AZ mengingat posisinya sebagai penyelenggara negara dan wakil rakyat. Firli menilai AZ seharusnya bisa menjadi contoh untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.