Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Presiden Jokowi : Program Studi Hati-hati dengan Kecepatan Perubahan Jaman

Presiden Jokowi : Program Studi Hati-hati dengan Kecepatan Perubahan Jaman
Presiden Jokowi : Program Studi Hati-hati dengan Kecepatan Perubahan Jaman

Penulis: Ricardo Julio

 

TVRINews, Surakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat kepada keluarga besar Universitas Sebelas Maret (UNS), sekaligus memberikan apresiasi atas kontribusinya pada kemajuan masyarakat.

 

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-46 UNS yang digelar di UNS Tower Ki Hadjar Dewantara, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (11/3). 

 

“Pertama-tama kepada keluarga besar Universitas Sebelas Maret saya mengucapkan Dies Natalis yang ke-46 dan terima kasih telah berperan sangat signifikan dalam pembangunan dan kemajuan masyarakat di Surakarta, di Jawa Tengah, dan di Indonesia. Dengan terus berinovasi dan bertransformasi. Saya yakin UNS akan makin sukses mengemban mandatnya berkontribusi untuk Indonesia maju yang kita cita-citakan,” kata Presiden.

 

Dalam arahannya, Presiden menjelaskan tentang upaya pemerintah yang tengah menyiapkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) guna menghadapi perubahan zaman yang makin cepat. Presiden mendorong UNS dan lembaga-lembaga pendidikan tinggi lainnya untuk turut berubah dan cepat, belajar dengan perubahan zaman.

 

“Seluruh organisasi termasuk lembaga pendidikan tinggi, termasuk universitas harus lincah, harus cepat belajar dengan perubahan-perubahan yang ada, harus update. Tapi hati-hati tadi kapal besar, karena dunia berubah begitu sangat cepatnya, ilmu pengetahuan juga berkembang sangat cepat sekali,” ujar Presiden.

 

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat tersebut harus diikuti oleh program pendidikan yang dinamis, cepat, dan riset yang sesuai dengan tantangan zaman. Terlebih, Indonesia tengah berupaya mengejar momentum bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada 2030-2035 sehingga SDM digital perlu disiapkan dari saat ini.

 

“Saya sudah berhitung, saya sudah berkalkulasi dengan para menteri kita, kita hanya punya kesempatan berubah itu dua tahun ini, karena muncul bonus demografinya nanti di 2030-2035. SDM digital, digital talent harus, semua sekarang ini kejar-kejaran semua negara ke sini. Digital talent ini penting, AI (artificial intelligence), cloud computing, digital design, digital marketing, blockchain, semuanya barang ini apa, barang ini apa, harus kita miliki SDM-SDM itu,” paparnya.

 

Presiden mengapresiasi program Kampus Merdeka yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang memfasilitasi para mahasiswa untuk belajar dari mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. 

 

“Sekali lagi kalau ini tidak kita lakukan dalam dua tahun ini, saya membayangkan di 2030-2035 berat, itu akan berat. Sehingga saya minta yang namanya program studi, program studi sekarang ini mungkin hanya relevan lima tahun, hati-hati dengan kecepatan perubahan zaman seperti ini. Sekarang masih banyak yang sudah 20 tahun 30 tahun enggak berubah. Bisa saja sebuah ilmu relevan untuk semester ini, semester depan sudah enggak relevan lagi. Bisa karena perubahan-perubahan yang cepat tadi,” tandasnya.

 

Usai menyampaikan pidatonya, Presiden Jokowi menuju Plaza Gedung UNS Tower Ki Hadjar Dewantara untuk menandatangani dua prasasti sebagai tanda peresmian Gedung UNS Tower Ki Hadjar Dewantara dan Gedung Universitas Sebelas Maret di Kabupaten Madiun.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.