Trending

  • Senin, 3 Oktober 2022

Politik

  • 0 Komentar

KPU Simulasikan Pemungutan Suara Pemilu 2024 dengan Desain Surat Suara yang Simpel

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Jakarta


Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar simulasi pemungutan suara Pemilu 2024 dengan menyederhanakan surat suara. Menurut Ketua KPU Ilham Saputra, hal ini dilakukan agar pemilih lebih mudah saat melihat daftar calon yang akan mereka coblos.

"Ini merupakan bentuk keseriusan KPU periode 2017-2022 dalam mempersiapkan Tahapan Pemilu di tahun 2024 mendatang, dan kami bekerja berdasarkan konstitusi dan undang-undang yang berlaku agar KPU periode selanjutnya dapat siap menyelenggarakan Pemilu 2024" kata Ilham saat membuka Kegiatan simulasi pemungutan suara pemilu 2024 di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (22/3/2022).

Lanjutnya, Ketua KPU menyampaikan bahwa pihaknya melakukan evaluasi pada proses pemilu sebelumnya, terutama soal   desain surat suara agar bisa lebih mudah dan sederhana pada Pemilu 2024 mendatang

"Pemilu 2019 itu kan 5 surat suara, sekarang kita coba sederhanakan menjadi 2 atau 3 surat suara" ujar Ilham.

Ilham mengatakan bahwa penyederhanaan ini masih merupakan riset yang coba dilakukan. Nantinya, para pemilih yang sudah melangsungkan simulasi akan dimintakan pendapat dan pandangannya melalui kuisioner terkait model surat suara mana yang lebih disukai.

"Ini merupakan upaya kami agar masyarakat dimudahkan dalam proses pemungutan suara nanti bisa lebih simpel dan sederhana," lanjutnya.

Dia meyakini, model surat suara yang disederhanakan ini juga lebih memudahkan petugas saat menghitung jumlah suara. Petugas tidak akan kelelahan yang menyebabkan banyak korban jiwa seperti pada Pemilu 2019 lalu.

"Penyederhanaan ini agar petugas kami lebih mudah menggunakannya, ini antisipasi kami agar menghindari kejadian seperti Pemilu 2019," jelas Ketua KPU RI.

Sebagai informasi, pada model 2 surat suara akan berisi kolom dengan calon kandidat calon Presiden-Calon Wakil Presiden beserta caleg anggota DPR yang digabung dengan calon anggota DPD tanpa adanya foto calon atau hanya nama. Kemudian, pada lembar kedua berisi calon anggota DPRD provinsi yang digabung dengan calon anggota DPRD kabupaten/kota.

Sementara, untuk model 3 surat suara, lembar pertama berisi calon Presiden-calon Wakil Presiden dan DPR, kemudian calon anggota DPD di lembar kedua yang berisi foto berserta nama kandidat. Kemudian lembar ketiga calon DPRD provinsi yang digabung dengan calon DPRD kabupaten/kota.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.