Trending

  • Minggu, 2 Oktober 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Wadas Memanas, DPR RI: Hentikan Kekerasan dan Tarik Semua Polisi!

Wadas Memanas, DPR RI: Hentikan Kekerasan dan Tarik Semua Polisi!
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi PKB, Luqman Hakim meminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk menghentikan represif aparat polisi terhadap warga.

Penulis: Ahmad Richad
TVRINews, Jakarta


Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempadewa) menyebutkan bahwa sampai saat ini masih ada sepuluh truk polisi berisikan aparat kepolisian bersenjata, masuk ke Desa Wadas, Bener, Kabupaten Purworejo, Kamis (10/2/2022).

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi PKB, Luqman Hakim meminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk menghentikan represif aparat polisi terhadap warga.

"Saya juga minta agar Kapolri menarik seluruh pasukan polisi dari Desa Wadas dan sekitarnya. Ketika rakyat telah menjadi korban, apapun dalil yang dipakai, pasti tidak bisa diterima akal sehat dan hati nurani," kata Anggota DPR RI dari dapil Jawa Tengah VI yang meliputi Kabupaten Purworejo itu.

"Kekerasan aparat polisi hanya melengkapi derita dan kesengsaraan warga yang selama ini telah menjadi korban," tambah Luqman saat dihubungi TVRINews.com.

Lebih lanjut Luqman menjelaskan terkait rencana penambangan batu andesit seluas 124 hektar di Desa Wadas, ia minta pemerintah melakukan kajian ekologi dan analisa dampak lingkungan yang lebih komprehensif.

"Apabila kajian ekologi dan analisa dampak lingkungan menghasilkan kesimpulan mudharat yang lebih besar, saya minta pemerintah berbesar hati membatalkan rencana penambangan batu andesit di Desa Wadas," tutur Luqman.

Di sisi lain, Gempadewa kembali mengunggah foto dan mengungkap bahwa saat ini aparat kepolisian tengah mendatangi rumah warga yang kontra terhadap penambangan quarry untuk Bendungan Bener.

"Hari ini warga Wadas kembali menerima intimidasi. Aparat dan petugas mendatangi rumah-rumah warga kontra tambang dan memaksa warga menandatangani persetujuan tambang," tertulis di akun Instagram resmi Gempadewa (@wadas_nelawan), Kamis (10/2/2022).

Sebelumnya diberitakan, Desa Wadas menjadi sorotan nasional usai kepolisian diterjunkan ke desa itu sejak Selasa (8/2/2022).

Pasukan polisi bersenjata lengkap itu dikerahkan untuk mengawal pengukuran lahan tambang batu andesit proyek Bendungan Bener.

Namun, anggota kepolisian tak hanya mengawal tim BPN. Mereka juga menangkap warga Desa Wadas yang dianggap memprovokasi penolakan rencana penambangan tersebut.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.