Trending

  • Minggu, 14 Agustus 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Terima Salinan Putusan MA, Kejati Bengkulu Segera Eksekusi 3 Terpidana Korupsi Pengaman Banjir Air Sungai

Terima Salinan Putusan MA, Kejati Bengkulu Segera Eksekusi 3 Terpidana Korupsi Pengaman Banjir Air Sungai
Asisten Tindak Pidsus Kejati Bengkulu Pandoe Pramoe Kartika

Penulis: Agus Topo

TVRINews, Bengkulu

Tiga terpidana kasus korupsi proyek pengaman banjir air sungai Bengkulu tahun 2019 akan segera dieksekusi oleh Kejaksaan Tinggi Bengkulu.

Ketiganya yakni Direktur CV Utaka Esa, Ibnu Suud selaku konsultan pengawas, Hafizon Nazardi selaku PPTK Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, dan Isnani Martuti selaku kontraktor pekaksana sekaligus Direktur CV Merbin Indah. 

Ketiganya akan dieksekusi setelah Kejati Bengkulu, hari ini Rabu (11/5) menerima salinan putusan Mahkamah Agung terkait kasasi yang diajukan ketiga terpidana.

"Alhamdulillah, kabar gembira setelah 6 bulan berlalu sejak memori kasasi kami kirim pada akhir Oktober 2021 lalu. Akhirnya pada tanggal 5 April 2022 lalu, Majelis Hakim Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi yang mereka ajukan dan salinan putusannya juga sudah kami terima resmi dari Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu hari ini," kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Bengkulu Pandoe Pramoe Kartika, Rabu (11/5/2022).

Dalam waktu dekat, Tim Jaksa Penuntut Umum Pidana Khusus Kejati Bengkulu selaku eksekutor akan segera melakukan eksekusi terhadap tiga terpidana dan mereka diminta kooperatif. 

Ia menambahkan jika para terpidana nantinya mengajukan peninjauan kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung tersebut, maka langkah tersebut tidak akan menghalangi eksekusi yang akan mereka lakukan.

Sebelumnya, ketiga terpidana sempat divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu yang diketuai Hakim Fitrizal Yanto. Atas putusan tersebut, JPU Pidsus Kejati Bengkulu melayangkan memori kasasi ke Mahkamah Agung.

Pada 5 April 2022 lalu, Mahkamah Agung memutus bersalah tiga terdakwa tersebut. Mahkamah Agung juga memerintahkan JPU segera mengeksekusi tiga terpidana untuk ditahan di lapas.

Dalam putusan MA, terpidana Ibnu Suud dan Hafizon Nazardi dihukum pidana 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp300 juta, subsider enam bulan kurungan.

Sedangkan, terpidana Isnani Martuti dihukum pidana 4 tahun penjara  denda Rp300 juta, subsider 6 bulan kurungan, serta diharuskan membayar pengganti sebesar Rp1 miliar lebih atau diganti dengan hukuman pidana selama 1 tahun 8 bulan penjara.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.