Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Hukum

  • 0 Komentar

Hakim Vonis Ujang Satria Mafia Tanah Bengkulu Dengan Pidana 3 Tahun 6 Bulan Penjara

Hakim Vonis Ujang Satria Mafia Tanah Bengkulu Dengan Pidana 3 Tahun 6 Bulan Penjara
Rizwan Supartawinata, Hakim Ketua Pengadilan Negeri Bengkulu.

Penulis : Agus Topo

TVRINews, Bengkulu

 

Dalam sidang lanjutan dugaan pemalsuan surat dokumen tanah yang digelar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu yang diketuai hakim Riswan Supartawinata, terdakwa Ujang Satria divonis dengan hukuman pidana selama 3 tahun 6 bulan penjara sama dengan tuntutan JPU Kejati Bengkulu.

Hakim berpendapat terdakwa Ujang Satria terbukti sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Membikin surat palsu yang dapat menerbitkan suatu hak secara bersama sama dengan 2 terdakwa lainnya diatas lahan seluas 10 ribu meter persegi lebih di Kelurahan Pekan Sabtu, Kota Bengkulu.

"Dari fakta persidangan dan keterangan saksi dipersidangan kami selalu majelis hakim berkesimpulan perbuatan terdakwa Ujang Satria terbukti sah melanggar pasal 263 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP dengan hukuman tuntutan pidana selama 3 tahun 6 bulan penjara." Tegas Rizwan Supartawinata, Hakim Ketua Pengadilan Negeri Bengkulu.

Sementara Kasi Penkum Kejati Bengkulu, Ristianti Andriani mengatakan sebelumnya terdakwa Ujang Satria telah mendapat vonis ingkrah dari Pengadilan Negeri Bengkulu selama 2 tahun 8 bulan penjara terkait kasus yang sama yakni pemalsuan dokumen tanah.

Selain itu, terdakwa Ujang Satria juga masih memiliki satu kasus lagi yang sama dan berkasnya sudah tahap P21 dan sebentar lagi akan dilimpahkan ke pengadilan untuk segera disidangkan.

"Dari serentetan kasus yang menjeratnya tersebut terdakwa Ujang Satria tergolong mafia tanah yang banyak menguasai lahan milik orang lain di Kota Bengkulu dengan modus memalsukan surat tanah. Dalam menjalankan aksi kejahatannya terdakwa Ujang Satria melakukannya secara terstruktur dan masif. "ujar Ristianti Andriani Kasi Penkum Kejati Bengkulu.

Sementara JPU Pidum Kejati Bengkulu Fahmilul Amri mengatakan berbagi hal pertimbangan hakim yang memberatkan tedakwa ujang satria dihukum pidana selama 3 tahun 6 bulan penjara karena terdakwa merupakan bagian dari mafia tanah yang meresahkan masyarakat.

Selain itu, yang bersangkutan selama persidangan berbelit belit dan sama sekali tidak mengakui perbuatannya melakukan pemalsuan dokumen tanah sehingga merugikan sejumlah korban.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.