Trending

  • Selasa, 29 November 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Penyidikan Tidak Profesional, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Dicopot

Penyidikan Tidak Profesional, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Dicopot
Penyidikan Tidak Profesional, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Dicopot

Penulis: Rahmat Fatahillah Ilham

TVRINews, Jakarta 

Kapoltabes Medan akhirnya mencopot Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan terkait kasus penganiayaan pedagang di Pasar Gambir, Sumatera Utara yang diduga dilakukan BS, seorang preman.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyatakan terjadi penyidikan yang tidak profesional oleh pihak kepolisian dalam kasus tersebut.

"Setelah dilakukan audit penyidikan bahwa ditemukan adanya penyidikan yang tidak profesional yang dilakukan oleh Polsek Percut Sei Tuan, Medan. Per 12 oktober 2021, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan dicopot jabatannya," kata Argo dalam keterangan persnya di Lobby Bareskrim Polri, Rabu (13/10/2021).

Sementara itu, untuk Kapolsek Percut Sei Tuan sendiri masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan jika terbukti melakukan pelanggaran maka ia terancam dicopot jabatannya oleh Kapolda Sumatera Utara.

"Sedangkan untuk Kapolsek adalah kewenangan Bapak Kapolda Sumatera Utara, jadi Kapolsek Percut Sei Tuan dalam proses terbukti tidak profesional, akan dicopot juga jabatannya oleh Bapak Kapolda," ujar Argo Yuwono.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menambahkan, bentuk penyidikan yang tidak profesional tersebut merupakan pelanggaran dari pihak Polsek Percut Sei Tuan yang sangat melanggar aturan.

"Bentuk penyidikan yang tidak profesional tersebut karena adanya pelanggaran dari pihak Polsek, hal itu tentunya melanggar aturan kepolisian sehingga jabatannya dicopot. Ini sebagai bukti tindak tegas dari Polri untuk menegakkan keadilan," tambah Ramadhan.

Ramadhan menyebutkan BS dan LG, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan kasusnya telah ditarik ke Polrestabes Medan untuk ditindak lanjuti. 

"Mereka ini saling lapor antara BS dan LG, kemudian diperiksa saksi-saksi. Saksi pihak BS dan saksi pihak LG menceritakan hal yang sangat berbeda, untuk itu pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dari kasus tersebut",  tutur Ramadhan.

Diketahui sebelumnya, LG yang merupakan pedagang Pasar Gambir, Medan, Sumatera Utara, melaporkan penganiayaan yang dilakukan BS yang diduga seorang preman di pasar tersebut.

Adapun pihak BS melaporkan kembali pihak LG dan akhirnya LG ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 170 subs dan pasal 351 ayat (1) KUHP.

 

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.