Trending

  • Minggu, 25 September 2022

Metro

  • 0 Komentar

BKSDA Sumbar Terima 53 Laporan Penyelamatan Satwa DiLindungi

BKSDA Sumbar Terima 53 Laporan Penyelamatan Satwa DiLindungi
Kepala BKSDA Sumbar Andi Andoro mengatakan untuk menekan kasus peredaran satwa dilindungi masyarakat harus memahami bahwa terdapat beberapa jenis satwa yang dilindungi seperti ungko, harimau, pukang d

Penulis: Irwan Santoso
TVRINews, Padang

 

Terhitung sejak awal tahun 2021 hingga awal November ini Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (Sumbar) telah menerima sebanyak 53 laporan masyarakat terkait satwa.

Dari total laporan 41 laporan, di antaranya telah diselesaikan oleh pihak BKSDA. Di antara laporan tersebut laporan yang mendominasi, yakni peredaran satwa dilindungi dan konflik satwa dengan manusia seperti konflik manusia dengan harimau beruang dan tapir.

Kepala BKSDA Sumbar Andi Andoro mengatakan untuk menekan kasus peredaran satwa di lindungi masyarakat harus memahami bahwa terdapat beberapa jenis satwa yang dilindungi seperti ungko, harimau, pukang dan lainnya yang diatur oleh peraturan menteri kehutanan no. 106 tahun 2018 tentang daftar satwa yang dilindungi.

Dalam peraturan menteri tersebut ditegaskan bahwa satwa yang dilindungi tidak di izinkan untuk dipelihara. Namun jika hal tersebut tetap dilakukan pelaku diancam dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda hingga Rp100 juta. 

Selain itu Andi Andoro juga mendorong agar masyarakat menghentikan kegiatan perburuan babi hutan, karena hal tersebut dapat merusak rantai makanan menyebabkan satwa liar harus turun ke pemukiman masyarakat sehingga berpotensi menyebabkan konflik satwa liar dengan manusia.

BKSDA Sumbar terus berupaya dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat seperti nagari ramah harimau seperti di nagari Baringin Kabupaten Agam dan Sungai Aur di Pasaman Barat.
Selain itu BKSDA Sumbar melibatkan kepala adat dalam melakukan sosialisasi terkait penanganan terhadap satwa liar yang dilindungi sehingga masyarakat lebih mudah dalam menerima informasi yang disampaikan.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.