Trending

  • Kamis, 11 Agustus 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Warga Suku Anak Dalam Jambi Kerap Temui Permasalahan Sengketa Lahan

Warga Suku Anak Dalam Jambi Kerap Temui Permasalahan Sengketa Lahan
Warga Suku Anak Dalam Jambi Kerap Temui Permasalahan Sengketa Lahan

Reporter: Daniel Saputra

TVRINews, Jambi

Setelah melakukan kunjungan kerja dan mendengarkan permasalahan warga Suku Anak Dalam (SAD) di Kecamatan Air Hita, Kabupaten Sarolangun, Wakil Menteri Agraria Dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional, Surya Candra bertemu Gubernur dan jajaran BPN Jambi.

Permasalahan sengketa lahan antara Perusahaan dengan Warga SAD kerap terjadi. Bahkan tidak dapat diselesaikan kedua belah pihak.

Saat ini, warga SAD di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun mempermasalahkan PT Sari Aditya Loka (SAL) hingga mencuri perhatian Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional. 

Gubernur Jambi, Hari Nur Cahya Murni mengatakan, pemprov sebagai fasilitator bagi Kementerian ATR/BPN dalam penyelesaian sengketa lahan antara Warga Suku Anak Dalam dengan PT SAL di Kecamatan Desa Air Hitam, Kabupaten Sarolangun.

Dalam kesempatan yang sama,Surya mengatakan, berbagai program dicanangkan Kementerian ATR/BPN  meminimalisasi terjadinya sengketa lahan dan mengurangi ketimpangan penguasaan dalam kepemilikan tanah.

"Seperti program lercepatan reformasi agraria (PPRA) yang merupakan legalisasi aset melalui pendaftaran tanah sistematis lengkap-PTSL sebagai tanda bukti kepemilikan hak atas tanah, " kata Surya, Jumat (11/6/2021). 

"PPRA ini memiliki nilai tambah, di antaranya masyarakat terlibat langsung terdapat kajian sosial dan aspek lingkungan untuk meminimalisasi resiko yang timbul di kemudian hari, serta masyarakat mendapatkan pengetahuan dan pemberdayaan akan pertanahan, "jelas Surya. 

Sementara Komisioner Pengkajian Dan Penelitian Komnas HAM, Sandrayati Moniaga mengatakan,  dalam penyelesaian sengketa lahan antara warga Suku Anak Dalam dan PT. SAL tidak hanya mementingkan sertifikat kepemilikan lahan, namun ruang hidup bagi warga Suku Anak Dalam yang hidup berpindah-pindah. 


Editor: Dadan Hardian

 


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.