Trending

  • Minggu, 3 Juli 2022

Metro

  • 0 Komentar

Lomba Tahfizh Peringati HUT Kemerdekaan RI ke-76 di Lombok Tengah

Lomba Tahfizh Peringati HUT Kemerdekaan RI ke-76 di Lombok Tengah
Lomba Tahfizh Peringati HUT Kemerdekaan RI ke-76 di Lombok Tengah

Penulis: Ikhsan

TVRINews, Lombok Barat

Anak usia Sekolah Dasar di Dusun Menjeli Permai memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 dengan cara mengikuti lomba Tahfizh atau menghafal bacaan surat pendek ayat suci Alquran. kegiatan ini dilakukan dengan penuh antusias dan diselingi menyanyikan Hari Merdeka.

Antusias memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 di masa pandemi Covid-19 tahun kedua, tidak menyurutkan tekad anak usia Sekolah Dasar di Desa Peteluan Indah.

Mereka yang sudah lama tidak melakukan kegiatan belajar tatap muka di sekolah mau menyibukkan diri dengan cara mengikuti lomba yang digelar di TPQ Rumah Tahfizh Sedarah Lombok kecamatan Lingsar. Ajang lomba yang memperebutkan hadiah uang jajan tidak seberapa banyak ini justru sangat antusias diikuti.

Lomba yang dilaksanakan di musholla Sedarah ini dilakukan secara sederhana dan hanya diikuti oleh kalangan anak-anak di lingkup RT cukup semarak, karena mengundang kemeriahan di hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 tahun ini.

Sistem lomba dibagi berdasarkan klasifikasi umur. Meski hanya di tingkat kampung, anak-anak sangat senang dan antusias untuk tampil di depan dewan juri penilai dan teman sebayanya. Tidak sedikit anak-anak yang lupa hafalan yang ia bacakan karena demam panggung (grogi).  
 
Ketua TPQ  Rumah Tahfizh Sedarah Lombok Supandri menjelaskan, inisiatif lomba ini merupakan cara mengalihkan kegiatan positif anak-anak di masa pembatasan pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19.

Di sisi lain, makna atau hikmah dari kegiatan ini yaitu melatih anak usia dini untuk berani tampil dalam kebaikan, serta percaya terhadap kemampuan diri sendiri meski dalam ketakutan. 

"Anak-Anak Usia Dini Harus Belajar Berani Tampil. Mereka Merupakan Generasi Penerus Bangsa. Kegiatan Bersifat Keagamaan adalah Membangun Pondasi Iman sehingga akhlak anak menjadi terbentuk positif," kata Supandri. 

Sifat malu-malu dan gagal fokus anak-anak merupakan sisi lucu dari kegiatan ini. Tidak sedikit peserta yang berulang kali mengulang hafalan surat mereka karena tiba-tiba lupa. Untuk memeriahkan suasana lomba, sesekali dewan juri mengajak anak-anak bernyanyi bersama lagu wajib Hari Merdeka sebagai wujud menanamkan rasa cinta tanah air dan wujud penghormatan terhadap perjuangan Pahlawan Bangsa. 

Sementara Itu Salah seorang panitia lomba Sukti menjelaskan, lomba ini sebagai wadah berkumpul yang positif bagi anak-anak agar mereka semakin terpacu belajar Agama. 

"Semoga kelak anak-anak Dusun Peteluan Indah ada yang berhasil menjadi penghafal Alquran," pungkasnya.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.