Trending

  • Minggu, 25 September 2022

Metro

  • 0 Komentar

Ratusan Petani Demo Meminta Lahan Pertanian

Ratusan Petani Demo Meminta Lahan Pertanian
Ratusan Petani Demo Meminta Lahan Pertanian

Penulis: Canda AS

TVRINews, Kediri

Ratusan petani di Lereng Gunung Kelud menggelar aksi demontrasi di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, meminta lahan seluas 124 hektar yang dikuasi PTPN XII dikembalikan ke petani, Kamis (30/9/2021).

Para petani mengklaim mempunyai hak atas tanah tersebut karena pada tahun 1966 dipaksa keluar dari tanahnya yang dikuasai oleh PTPN. Massa juga memblokir jalan di depan kantor Pemkab Kediri.

Ratusan warga eks Dusun Balerejo Desa Babadan Kecamatan Ngancar, yang dikoordinir Rahmat Mahmudi menuntut lahan seluas 124 hektar yang dikuasi PTPN XII dikembalikan kepada mereka.

Dalam orasinya, massa mengklaim mereka ahli waris pemilik tanah yang pada tahun 1966 orang tua mereka dipaksa keluar dari rumah dan lahannya oleh PTPN X kala itu. 

Mereka meminta Pemkab Kediri mendukung permohonan redistribusi tanah yang dilayangkan kepada Presiden beberapa waktu lalu.

Mereka menuntut pengembalian tanah karena sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Pokok-Pokok Agraria dan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2018 Tetang Reforma Agraria.

Merasa kecewa karena hanya ditemui Asisten 2 Pemkab Kediri,  massa lalu melanjutkan aksinya ke Pendopo Panjalu Jayati. Massa juga berorasi dan dan membawa poster tuntutan, kemudian ditemui oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. 

Bupati Hanindhito Himawan Pramana menyatakan ada beberapa catatan yang diberikan para warga eks Dusun Balerejo yang salah satunya meminta haknya atas lahan yang saat ini dikuasai PTPN, maka tentu harus dilihat dan dipelajari dasar hukumnya.

Untuk itu, di depan massa, Bupati meminta waktu 1 hari untuk mempelajari dokumen tuntutan massa terkait proses distribusi tanah esk Dusun Balerejo. Usai aspirasinya diterima Bupati Kediri massa kemudian membubarkan diri.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.