Trending

  • Minggu, 2 Oktober 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Masyarakat Jateng Diminta Sukseskan dan Tak Ragu Divaksin Sinovac

Masyarakat Jateng Diminta Sukseskan dan Tak Ragu Divaksin Sinovac
Masyarakat Jateng Diminta Sukseskan dan Tak Ragu Divaksin Sinovac

Penulis: Eggi Paksha

 

TVRINews, Jakarta

Program vaksinasi Virus Corona atau Covid-19 akan dilakukan serentak pada Kamis (14/1/2021). Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta dukungan masyarakat untuk menyukseskannya.

Bahkan untuk memastikan kesiapan vaksinasi, Ganjar mengunjungi dua fasilitas kesehatan (faskes) Kota Semarang, Rabu (13/1/2021). Dua faskes yang dikunjungi antara lain Puskesmas Pandanaran dan RSUD Wongsonegoro.

Dari pantauannya, Ia melihat persiapan sudah matang dilakukan, mulai penyediaan mekanisme antrean, meja pendaftaran, alat pengecekan kesehatan, tempat vaksinasi hingga ruang tunggu.

Selain itu Ganjar terus meyakinkan masyarakat untuk menepis keraguan mengingat vaksin Covid-19, Sinovac telah mengantongi sertifikat halal MUI dan mendapat izin penggunaan dari BPOM.

“Hari ini, Presiden sudah divaksin, saya lihat listnya ada tokoh agama, pejabat, TNI Polri, artis juga ada. Kita tunjukkan bahwa kita siap melaksanakan vaksinasi. Tidak boleh ada yang ragu, tidak boleh ada yang mendistorsi ini karena ini tidak hanya sekedar kepentingan individu, melainkan bangsa dan negara. Jadi semua harus ikut," katanya.

Terkait sistem vaksinasi, Ganjar memastikan telah dibangun dengan baik. Mereka yang telah terdaftar sebagai vaksinator secara online melalui aplikasi ‘PeduliLindungi’ akan mendapatkan barcode lengkap dengan tempat vaksinasi dan jam pelaksanaannya.

"Sistemnya sudah dibangun dengan baik, pertitik yang melakukan vaksinasi (dalam satu sesi) jumlahnya dibatasi kira-kira 3 sampai 15 orang. Jadi, sehari hanya sekitar 45 orang," tambahnya.

Meskipun para tenaga kesehatan (nakes) sudah mendapatkan vaksin pada tahap awal ini, Ganjar mengimbau agar protokol kesehatan tetap dijalankan dengan ketat. “Meski vaksin sudah ada, tidak berarti protokol kesehatan mlempem (kendor) ya. Jangan sampai, tetap protokol kesehatan mesti ketat," tuntasnya.

Editor: Eggi Paksha


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.