Trending

  • Selasa, 9 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Awasi Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak, Kapolri: Gencarkan Tracing dan Pengecekan

Awasi Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak, Kapolri: Gencarkan Tracing dan Pengecekan
Foto: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta 

Polri telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membantu melakukan pendampingan serta pengawasan terkait penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak sapi.  

Dengan begitu, Dinas Peternakan di daerah sebagai leading sector, kata Sigit, dapat melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat dalam rangka pengawasan agar tidak terjadinya penyebaran penyakit tersebut ke luar wilayah temuan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan dengan adanya sinergitas antara Dinas Peternakan dan jajaran Polri di setiap wilayah, dapat dilakukan tracing dan pengecekan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut ke hewan ternak lainnya. 

"Sehingga penyakit tersebut bisa kita bantu lokalisir dan tidak meluas dengan bantuan penjagaan dan pengawasan," kata Sigit, Rabu (11/5/2022).

Ia pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung langkah Kementan melakukan upaya lockdown demi mencegah penyebaran penyakit tersebut. Pihak Kepolisian juga akan ikut membantu melakukan pengecekan ketat terhadap proses perdagangan hewan ternak. 

"Melakukan pengawasan dengan cara penyekatan perdagangan hewan ternak keluar atau masuk pada wilayah tersebut yang mengacu pada dokumen hasil pemeriksaan dokter hewan dari Balai Karantina Dinas Pertanian dan Peternakan," ujar Sigit.

Sementara itu, Sigit telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Satgas Pangan Polri untuk turun ke lapangan guna memastikan ketersediaan stok pangan hewan ternak serta melakukan pengendalian harga pasaran. 

Dinas peternakan juga diminta menyiapkan vaksinasi serta obat-obatan untuk diberikan kepada hewan ternak sapi setelah adanya temuan tersebut. 

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik dengan adanya laporan temuan penyakit itu. Menurutnya, semua pihak terkait telah bekerja secara maksimal untuk menangani hal tersebut. 

Sebagai infromasi, temuan wabah penyakit mulut dan kuku terhadap hewan ternak sapi ini dilaporkan pertama kali terjadi di Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, dan Lamongan Provinsi Jawa Timur.

Kementan telah menyiapkan langkah antisipatif untuk melakukan pencegahan penularan setelah adanya laporan temuan penyakit terhadap hewan ternak tersebut.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.