Trending

  • Minggu, 2 Oktober 2022

Metro

  • 0 Komentar

Kementerian LHK Lepasliarkan Puluhan Satwa Hampir Punah di Sorong Papua Barat

Kementerian LHK Lepasliarkan Puluhan Satwa Hampir Punah di Sorong Papua Barat
Kementerian LHK Lepasliarkan Puluhan Satwa Hampir Punah di Sorong Papua Barat

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Papua Barat

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Papua Barat kembali melakukan pelepasliaran 54 satwa liar yang dilindungi di Taman Wisata Alam (TWA) Sorong, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat.

Plt. Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat, Budi Mulyanto mengatakan satwa liar dilindungi tersebut merupakan hasil sitaan dari kegiatan Patroli Rutin Polisi Kehutanan Balai Besar KSDA Papua Barat bersama Petugas Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Laut, di Pelabuhan Kota Sorong. 

"Tim berhasil menggagalkan penyelundupan satwa liar di kapal KM Gunung Dempo pada Senin, 13 September 2021. Satwa sitaan tersebut kemudian dibawa ke Kantor Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Sorong untuk dilakukan identifikasi dan pemeriksaan kesehatan, setelah cek kesehatan baru satwa itu kami lepasliarkan," kata Budi Mulyanto di Taman Wisata Alam (TWA) Sorong, Papua, Jumat (17/9/2021).

Budi menjelaskan, dipilihnya Taman Wisata Alam (TWA) Sorong sebagai lokasi pelepasliaran dikarenakan pada kawasan tersebut terdapat pakan yang cukup dan merupakan habitat asli satwa-satwa yang dilepasliarkan. 

Adapun jenis satwa yang dilepasliarkan tersebut yakni, Landak Irian (Zaglossus brujnii) sebanyak satu ekor dan 53 ekor jenis burung yang terdiri dari, Burung Merpati Hutan (Ducula sp) sebanyak 3 ekor, Mino Muka Kuning (Mino dumotii) sebanyak 16 ekor, dan Walik (Ptilinopus sp) sebanyak 34 ekor

Lebih lanjut Budi Mulyanto menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan akan meningkatkan kerja sama kepada semua pihak untuk menjaga kelestarian satwa di Papua Barat. 

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar turut serta menjaga dan melindungi kekayaan keanekaragaman hayati di Provinsi Papua Barat dengan tidak melakukan penangkapan, menjual, dan mengedarkan satwa-satwa endemik Papua Barat keluar Provinsi Papua Barat serta memanfaatkan tumbuhan dan satwa liar sesuai prosedur dan perundang-undangan yang berlaku,” tutur Budi.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.