Trending

  • Senin, 3 Oktober 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Pemeras Kepala Sekolah Terancam 9 Tahun Penjara

Pemeras Kepala Sekolah Terancam 9 Tahun Penjara
Satreskrim Polres Seluma resmi menetapkan B-N (31) anggota salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, sebagai tersangka pemerasan, terhadap kepala sekolah.

Penulis : Taufan Libero

TVRINews, Seluma

 

Satreskrim Polres Seluma resmi menetapkan B-N (31) anggota salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, sebagai tersangka pemerasan, terhadap kepala sekolah. Ia ditetapkan tersangka setelah polisi mengamankanya pada Senin (10/1/2022) dengan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp. 5 juta rupiah yang diduga hasil pemerasan.

Kasat Reskrim Polres Seluma, AKP Andi Ahmad Bustanil menyatakan, B-N dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang tindak pidana pemerasan, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

"Dijerat pasal 368 KUHP tentang pemerasan, selain itu juga diarahkan ke pasal 365 KUHP (Pencurian dengan kekerasan)," jelasnya saat dikonfirmasi Selasa (11/1/2022) siang.

Andi menambahkan, modus pelaku adalah dengan mengirim surat kepada sekolah, yang menyatakan akan melaporkan adanya penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke Kejaksaan Negeri Seluma.

"Awalnya ada tujuh sekolah yang sudah disurati, lalu setelah kami mintai keterangan lagi, ada sembilan kepala sekolah. Dari sembilan kepala sekolah tersebut, ada tiga yang sudah memberikan uang," paparnya.

Dari tiga kepala sekolah yang memberikan uang, tersangka akhirnya mengumpulkan uang tunai sebesar Rp5 juta. 

"Uang hasil pemerasan tiga kepala sekolah jumlahnya Rp5 juta, dan langsung kami amankan begitu uang diserahkan di rumah makan," jelasnya.

Saat ini pelaku masih menjalani proses lebih lanjut di Satreskrim Polres Seluma. Polisi juga akan melakukan pengembangan terhadap kasus ini.

"Akan kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan mendalami apakah ada keterlibatan pelaku lain," jelasnya.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.