Trending

  • Kamis, 11 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri, Kementan Kembangkan Kedelai Varietas Unggul

Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri, Kementan Kembangkan Kedelai Varietas Unggul
Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri, Kementan Kembangkan Kedelai Varietas Unggul

Reporter:Naufal Lanten

TVRINews, Jakarta

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) tengah melakukan pemuliaan kedelai di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi).

Kementan bekerja sama dengan PT. DNM (Dwitunggal Nusa Mandiri) di bidang penyediaan benih kedelai untuk dikembangkan di Desa Tontalete, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Varietas kedelai yang digunakan adalah Devon 1 dan Detap 1. Keduanya ditanam di lahan seluas delapan hektare. Kegiatan penanaman ini ditujukan untuk memproduksi benih pokok.

Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry mengatakan bahwa varietas unggul kedelai tersebut memiliki produktivitas tinggi. Sehingga diharapkan hasil pengembangan bisa disebarluaskan ke petani dan masyarakat umum.

“Dengan adanya varietas unggul ini, ke depan tidak ada lagi petani rugi karena produktivitas rendah atau losses. Misalnya Detap 1 yang tahan terhadap pecah polong sehingga bisa mengamankan kehilangan hasil,” kata Fadjri melalui keterangan tertulis, Kamis (18/2/2021).

Devon 1, kata Fadjri, merupakan varietas unggul dengan potensi hasil hingga 3,09 ton per hektar dan rata-rata hasil 2,75 ton per hektar. Varietas yang dilepas pada tahun 2015 ini memiliki ukuran biji yang besar dengan bobot sebesar 14,3 gram per 100 biji.

Sementara itu, varietas unggul Detap 1 memiliki rata-rata hasil sebesar 2,70 ton per hektar. Varietas yang dilepas pada tahun 2017 ini memiliki keunggulan tahan pecah polong dengan rata-rata jumlah polong sebanyak 72 polong per tanamannya.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, varietas unggul tersebut diharapkan dapat menggerakkan peningkatan produksi nasional.

"Pentingnya fungsi benih yang berkualitas untuk mendongkrak pencapaian produksi yang tinggi. Karena itu, benih yang dilepas oleh balai komoditas harus terus dikembangkan, disebarkan, dan dipergunakan di lahan petani," terang Syahrul.

Pengembangan varietas kedelai perlu dilakukan dan membutuhkan kolaborasi dengan stakeholder terkait. PT. DNM yang turut melakukan penanaman benih mengaku puas dengan hasil dari varietas Devon 1 dan Detap 1.

“Pertumbuhannya bagus, ini berpeluang untuk dilakukan pengembangan yang lebih luas,” kata Direktur Bisnis Devopment PT. DNM, Cecilia Wirawan.

Pada pengembangan tahap awal PT. DNM, seluruh penanaman ditujukan untuk produksi benih. Sertifikasi benih juga akan dilakukan untuk kelas benih BP (Benih Pokok).

“Harapannya, pada musim berikutnya, benih kedua varietas dari penanaman pertama dapat digunakan untuk perluasan areal tanam di Sulawesi Utara, yang sebetulnya juga potensial untuk produksi kedelai,” ujar Cecilia.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.