Trending

  • Kamis, 11 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Kemenkes: Harmonisasi Standar Protokol Kesehatan Global Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Kemenkes: Harmonisasi Standar Protokol Kesehatan Global Penting untuk Pemulihan Ekonomi
Juru Bicara G20 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta
Harmonisasi standar protokol kesehatan dinilai sangat penting untuk mempromosikan mobilitas global dan mempercepat pemulihan ekonomi. Beberapa kemajuan telah dibuat untuk memulihkan perjalanan internasional yang aman dan teratur.

Juru Bicara G20 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan pemerintah mulai melonggarkan pembatasan perjalanan sambil menerapkan langkah-langkah mitigasi risiko kesehatan, termasuk dengan penerapan pedoman protokol kesehatan. 

Harmonisasi dilakukan melalui pendekatan berbasis risiko sambil mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti epidemiologi penyakit dan kapasitas sistem kesehatan.

"Beberapa aspek penting dalam harmonisasi standar protokol kesehatan tersebut meliputi aspek politik dan hukum, kapasitas dan keterjangkauan negara, masalah etika, teknis, kemampuan beradaptasi dengan situasi yang berubah cepat, dan penggunaan teknologi," kata Nadia, Selasa (21/6/2022).

Baca Juga: Hari Ini Presiden Jokowi Ulang Tahun ke-61

Negara-negara G20 akan diundang untuk berpartisipasi dalam proyek percontohan di Global Public Trust Repository. Proyek ini membutuhkan anggota G20 untuk membagikan kunci-publik yang akan disimpan dalam platform repositori sehingga memungkinkan sistem memverifikasi asal-usul sertifikat.

Standar protokol kesehatan Covid-19 dari masyarakat dunia di negara G20 akan dikenali melalui kode QR di sertifikat pada saat kedatangan dan keberangkatan, dengan tetap melindungi privasi dan keamanan data.

Pada kesempatan yang sama Nadia juga menyampaikan bahwa hingga pertengahan Februari 2022, di enam wilayah WHO, pandemi telah menyebabkan sekitar 60.000 kematian akibat omicron BA.2. Negara-negara seperti Hong Kong baru-baru ini mengalami peningkatan kematian yang cepat dari varian baru, terutama di panti jompo dimana cakupan vaksinasi rendah.

“Hal ini menunjukkan bahwa varian baru Covid-19 tetap menjadi ancaman yang signifikan bagi dunia, terutama bagi negara-negara dengan cakupan vaksinasi yang rendah,” ujar Nadia.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.