Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Olahraga

  • 0 Komentar

Menteri Pemuda dan Olahraga: Tunda Pertandingan dan Tes Semua Pemain All England

Menteri Pemuda dan Olahraga: Tunda Pertandingan dan Tes Semua Pemain All England
Menteri Pemuda dan Olahraga: Tunda Pertandingan dan Tes Semua Pemain All England

Reporter : Aulia Zita

TVRINews, Jakarta

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali kecewa karena tim bulu tangkis Indonesia dipaksa mundur dari turnamen All England. Zainudin juga merasa tim Indonesia menerima perlakuan yang tidak adil dari penyelenggara.

“All England ini bukan yang pertama, sudah berkali-kali diselenggarakan, walaupun sekarang dalam keadaan pandemi. Seharusnya penyelenggaranya sudah siap dengan berbagai situasi yang akan muncul,” kata Zainudin di acara Talkshow Dialog Indonesia Bicara di TVRI mengangkat tema "Indonesia Dipaksa Mundur dari All England" yang dipandu oleh Zulkifli Muchtar, Kamis malam (18/3/2021).

Saat ini, pemerintah sedang mengomunikasikan hal itu dengan opsi semua pemain di All England dites swab. Dan selama tes, pertandingan ditunda.
Hal ini terjadi setelah tim bulu tangkis Indonesia diharuskan mundur dari ajang All England karena dalam penerbangan ke Birmingham, Sabtu (13/3/2021) lalu, tim Indonesia berada satu pesawat dengan penumpang yang positif Covid-19.

Kemudian Kamis (18/3/2021), sebanyak 20 dari 24 orang dalam rombongan tim Indonesia mendapat perintah dari National Health Service atau Badan Kesehatan Inggris untuk melakukan karantina selama 10 hari. Hal ini membuat penyelenggara All England menyatakan Indonesia harus mundur dari kompetisi.

Zainudin amat menyayangkan kejadian ini. Alasannya, sesampai di Birmingham, rombongan tim bulu tangkis Indonesia menjalani uji usap dan hasilnya dinyatakan negatif dari Covid-19. 

Tim bulu tangkis Indonesia juga melakukan kontak dengan peserta dari negara lain, baik di hotel maupun di arena pertandingan. Namun, ketika ada kabar bahwa tim bulu tangkis Indonesia harus diisolasi, panitia tidak melakukan tes kepada semua peserta.

“Kalau mau adil, dites lagi, dong, benar enggak mereka ada yang terindikasi. Padahal, sebelum berangkat, mereka sudah tes dan hasilnya negatif. Kemudian, sesampai di sana, di-swab lagi. Kalau memang seperti itu, seharusnya di awal-awal, jangan orang sudah setengah main diberi tahu seperti itu,“ ujar Zainudin.

Dia juga mengatakan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Luar Negeri terus berusaha melakukan komunikasi dengan otoritas di Inggris dan berjuang agar tim bulu tangkis Indonesia bisa mendapat keadilan.

Dalam komunikasinya dengan pihak otoritas di Inggris, Indonesia juga menawarkan opsi penyelesaian dengan melakukan tes Covid-19 terhadap semua peserta dan mengumumkan hasil tes tersebut.

“Mereka sudah sempat berinteraksi. Pemain kita sudah sempat masuk lapangan dan lain-lain,” ujar Zainudin

Selama tes, pertandingan dihentikan sementara sampai ada kejelasan bagaimana status kesehatan peserta. “Itu baru adil,” ucapnya.

Zainudin curiga mungkin ada kecurangan dalam pengambilan keputusan ini. “Nah, tadi ada statemen Ketua PBSI. Saya setuju. Ini adalah bentuk ketakutan kepada Indonesia karena kita adalah negara yang kuat di cabang olahraga ini. Segala cara dilakukan supaya kita tidak bisa muncul bertanding,” ujarnya.

Pemerintah terus berharap Badan Bulu Tangkis Dunia atau BWF dan penyelenggara All England dapat bekerja sama dan memberikan solusi yang adil bagi semua pihak, terutama karena Indonesia punya peluang besar memenangi kejuaraan ini.

“Ini bukan hal sulit untuk dilakukan kalau niatnya baik. Tapi, kalau ada niat menjegal Indonesia, tidak memberikan kesempatan Indonesia untuk menjadi juara, cara-cara seperti ini akan berlangsung terus,” ucap Zainudin.

 

 

Editor : Agus S.Riyanto


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.