Trending

  • Selasa, 29 November 2022

Internasional

  • 0 Komentar

Indonesia dan AS Sepakati Kerja Sama Dukung FOLU Net Sink 2030

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Jakarta
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian LHK menjalin kerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), untuk mendukung FOLU Net Sink 2030 Indonesia.

Kerja sama itu tertuang melalui Memorandum Saling Pengertian (MoU) yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono mewakili KLHK, dan Mission Director USAID Indonesia, Jeffrey P. Cohen, di Jakarta pada Jumat (20/5/2022).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengatakan bahwa MoU ini akan mendukung visi jangka panjang Indonesia untuk mengimplementasikan rencana operasional Indonesia rendah karbon 2030 untuk kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (FOLU Net Sink 2030), yang sejalan dengan Strategi Iklim USAID 2022-2030.

"Pencapaian Indonesia FOLU Net Sink 2030 menuntut untuk memobilisasi, mengoordinasikan, dan mengatur semua sumber daya termasuk publik, swasta, dan komunitas internasional," kata Siti Nurbaya, di Jakarta, Jumat (20/5/2022).

Duta Besar AS untuk Indonesia, Kim Y. Sung menyampaikan pentingnya kerja sama ini dalam penurunan emisi gas rumah kaca, terutama dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan.  Ia juga menyampaikan selamat atas upaya besar KLHK mengurangi deforestasi di Indonesia.

“Kami menyampaikan apresiasi atas laju deforestasi telah mencapai titik terendah dalam 20 tahun. Amerika Serikat sangat ingin mendukung Pemerintah Indonesia untuk membantu menjamin keberlanjutan jangka panjang dari pencapaian-pencapaian hingga saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen KLHK Bambang Hendroyono mengatakan dukungan terhadap FOLU Net Sink 2030 Indonesia difokuskan pada ruang lingkup dukungan di bidang-bidang prioritas dari Rencana Operasional FOLU Net Sink 2030 Indonesia.

“Bidang-bidang tersebut meliputi dukungan terhadap upaya pengurangan deforestasi dan degradasi hutan yang terus berlangsung; pengelolaan hutan lestari (hutan alam dan hutan tanaman); rehabilitasi hutan dan lahan; restorasi lahan gambut dan mangrove; konservasi dan keanekaragaman hayati, termasuk perlindungan spesies kunci," ujarnya.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan implementasi kerja sama meliputi kegiatan diantaranya pertukaran informasi dan pengetahuan; pengembangan dan pelaksanaan proyek bersama; dan pelibatan dan kolaborasi pemangku kepentingan dalam kegiatan dan penelitian.

“Untuk detail pelaksanaannya kerja sama akan disusun dalam suatu Grant Implementation Agreement baru antara KLHK dan USAID,” tutur Bambang.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.