Trending

  • Minggu, 3 Juli 2022

Metro

  • 0 Komentar

Monitoring, Disperindag Karawang Masih Temukan Harga Minyak Goreng di Atas Rp.14 Ribu

Monitoring, Disperindag Karawang  Masih Temukan Harga Minyak Goreng di Atas Rp.14 Ribu
Monitoring, Disperindag Karawang Masih Temukan Harga Minyak Goreng di Atas Rp.14 Ribu

Penulis : Toni Triyadi

TVRINews, Karawang 

 

Pemberlakuan satu harga minyak goreng sebesar Rp 14 ribu per liter di Kabupaten Karawang, masih belum bisa sepenuhnya dilaksanakan.

Kebijakan satu harga minyak goreng  baru bisa didapatkan di toko-toko modern, sementara di pasar tradisional harga masih di atas Rp.14 ribu.

Hal tersebut terungkap saat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Karawang melakukan monitoring ke salah satu agen minyak goreng di pasar tradisional Johar, Karawang, Jawa Barat Kamis (20/01/2020) sore.

Salah satu agen  bahkan mengaku belum bisa menjual minyak goreng dengan Rp. 14.000 per liter, karena stok yang tersedia merupakan stok lama. 

"Kalau saya menjual dengan harga Rp.14 ribu. Saya pasti rugi Rp.27 ribu per- dus. Karena stok yang tersedia saat ini  masih harga lama dari distributor," kata Awan. 

Awan mengaku, sampai saat ini masih menjual harga minyak goreng di harga Rp.16.500 per- liter. 

Sementara di tingkat pedagang terutama di pasar tradisonal, harga minyak goreng masih mencapai harga Rp.20 ribu per- liter. 

Pantauan TVRINews.com, selain melakukan monitoring harga ke agen minyak goreng, monitoring juga dilakukan ke sejumlah ritel atau toko-toko modern. 

Dalam monitoring ini, sebagian besar ritel maupun supermarket sudah mulai memberlakukannya.l satu harga Rp 14 ribu per liter. Meski ritel maupun supermarket membatasi jumlah pembelian, maksimal 2 liter per konsumen.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karawang mengungkapkan, belum bisa diterapkannya  harga minyak goreng Rp.14 ribu di Kabupaten Karawang karena ada beberapa faktor. 

"Untuk ritel dan supermarket semua sudah mengikuti harga dari pemerintah. Sedangkan untuk agen dan pedagang tadi memang perlu penyesuaian", ujar H. A Suroto, Kepala Disperindag Karawang.

Untuk itu, Disperindag Karawang akan terus melakukan pemantauan harga hingga satu pekan kedepan.

Suroto memastikan tak segan memberikan sanksi tegas bagi agen atau pedagang yang nekat menaikkan harga.

"Maka kita beri waktu satu minggu seperti apa. Ya kalau tetap nekat akan kita beri sanksi," katanya.

Sementara, kebijakan satu harga minyak goreng sebesar Rp.14 ribu per liter yang telah diberlakukan toko ritel atau supermarket di sambut para pembeli. Meski pembelian dibatasi, masyarakat mengaku kebijakan tersebut telah meringankan beban mereka.

"Alhamdulillah, meringankan beban. Kemarin kan harganya melonjak sekarang merasa terbantu, kemarin sekitar Rp.20 ribu," ucap Tati.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.