Trending

  • Selasa, 29 November 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Berseteru dengan Luhut, Aktivis HAM Fatia dan Haris Azhar Ditetapkan Jadi Tersangka

Berseteru dengan Luhut, Aktivis HAM Fatia dan Haris Azhar Ditetapkan Jadi Tersangka
Haris Azhar, Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan Direktur Lokataru

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Jakarta

 

Polda Metro Jaya menetapkan Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Aktivis Fatia Maulidiyanti merupakan koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Sementara Haris Azhar merupakan Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan Direktur Lokataru.

Menanggapi ditetapkannya kedua tersangka aktivis kemanusiaan itu, Direktur Amnesty International Indonesia (AII), Usman Hamid menilai ini adalah bentuk tekanan terhadap ekspresi masyarakat dan kurang terbukanya negara dalam menanggapi kritik.

Pasalnya, kata Usman, apa yang disampaikan Fatia dan Haris dalam laporan pelanggaran hak asasi manusia di Papua merupakan riset dan kajian organisasi masyarakat sipil.

"Penetapan tersangka itu malah memperlihatkan kurangnya keterbukaan negara dalam menanggapi kritik," kata Usman kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (19/3/2022).

Lebih lanjut, Usman menilai yang dilakukan Fatia dan Haris dalam diskusi di Youtube tidak bisa dipidanakan.

Alasannya, diskusi itu merujuk pada riset dari laporan gabungan organisasi masyarakat sipil yang melakukan kajian terhadap faktor-faktor yang memicu pelanggaran hak asasi manusia di Papua.

"Itu adalah sesuatu yang sah dan tidak boleh dipidanakan," ujarnya.

Usman menyebut penetapan status tersangka terhadap Haris dan Fatia makin menegaskan bila negara tidak mempunyai jaminan terhadap hak masyarakat atas kebebasan berekspresi.

"Menekan aktivis dengan tindakan hukum hanya karena sebuah diskusi terkait seorang menteri jelas menggerus kebebasan berekspresi dan berpotensi menciptakan efek gentar yang dapat membuat orang lain enggan mengungkapkan kritik terhadap pihak berkuasa," tutur Usman.

Sebelumnya diberitakan, Luhut Binsar melaporkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti lantaran beredarnya video berjudul "Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya" yang diunggah melalui akun Haris Azhar di YouTube.

Video tersebut membahas laporan sejumlah organisasi, termasuk KontraS tentang bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI di balik tambang emas atau rencana eksploitasi wilayah Intan Jaya, Papua.

Laporan Luhut Binsar tersebut telah diterima dan terdaftar dengan nomor laporan polisi: STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 22 September 2021.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.