Trending

  • Minggu, 2 Oktober 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Novi Berikan Tarif Bervasiasi dalam Lelang Jabatan di Pemerintahan Kabupaten Nganjuk

Novi Berikan Tarif Bervasiasi dalam Lelang Jabatan di Pemerintahan Kabupaten Nganjuk
Novi Berikan Tarif Bervasiasi dalam Lelang Jabatan di Pemerintahan Kabupaten Nganjuk

Reporter: Nur Khabibi

TVRINEWS, Jakarta

Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) menetapkan tersangka Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (NRH) dalam perkara dugaan jual beli jabatan di Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Menurut Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto, NRH memberikan tarif yang bervariasi berdasarkan tinggi jabatannya. Ia menyebutkan NRH mematok harga Rp10 sampai Rp150 juta. "Untuk di level perangkat desa itu antara Rp10 sampai Rp15 juta, kemudian untuk jabatan diatas itu sementara yang kita dapat informasi Rp150 juta," kata Agus saat jumpa wartawan, Senin (10/5/2021).

"Ini kan masih awal, kita akan lakukan pedalaman dan pengembangan, mudah-mudahan dari hasil penyidikan kita akan mendapatkan informasi yang lebih lengkap," tutur Agus menambahkan.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Agus menyebutkan selama ini praktek jual beli jabatan di lingkungan Kabupaten Nganjuk semua perangkat desa melakukan pembayaran untuk mengisi jabatan tertentu. "Jadi kemungkinan jabatan-jabatan lain juga mendapat perlakuan yang sama," ucapnya.

Agus menambahkan penyelidikan dilakukan KPK bersama Bareskrim Polri berawal dari kesamaan sumber informasi antara dua lembaga tersebut. Kemudian pada 13 April KPK menurunkan penyidik yang kemudian disusul penyidik Bareskrim Polri pada 16 April 2021. Kemudian dari hasil komunikasi dan koordinasi ternyata saksi dan dokumen pendukung yang dimiliki  diputuskan untuk Bareskrim yang dikedepankan, sehingga para tersangka ditahan di rumah tahanan Bareskrim Polri.

Editor: Eggi Paksha


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.