Trending

  • Jumat, 12 Agustus 2022

Metro

  • 0 Komentar

Peduli Kesehatan, Wings Group Sediakan 150 Sarana Sanitasi di Indonesia

Penulis : Nyongky Malelak 

TVRINews, Kupang 

Peduli kesehatan masyarakat, Wings Group mengkampanyekan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) ke seluruh pelosok negeri, dengan slogan "Indonesia Bergerak Lawan Kuman". 

Sebagai bentuk konkrit dari kampanye tersebut, Wings Group menyediakan sarana sanitasi di 150 titik.

Penyediaan sarana sanitasi tersebut saat ini dipusatkan di tiga (3) provinsi yakni Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Setiap provinsi dibangun 50 sarana sanitasi, berupa tempat cuci tangan yang ditempatkan di ruang publik, sekolah, puskesmas dan fasilitas umum lainnya. 

Baca Juga: Minyak Goreng Curah Langka di Agam, Harga Capai Rp22 Ribu/Kg

Di Nusa Tenggara Timur ada 50 sarana sanitasi yang dibangun Wings Group,  yakni  Kota Kupang 30 titik dan 20 titik lainnya berada di Kabupaten Kupang.

Head of Public Relations Wings Group Indonesia, Gabriella Da Silva, usai peresmian dan serah terima sarana cuci tangan di Pantai Lasiana, Kota Kupang, Rabu (30/3) menjelaskan apa yang dilakukan Wings Group merupakan bagian dari dukungan terhadap pemerintah terkait PHBS. 

"Kami ada meeting juga dengan pemerintah pusat, dan pemerintah pusat meminta agar kegiatan CSR jangan terlalu dekat dengan daerah bisnis, tolong di Indonesia Timur juga harus diperhatikan", ujar  Gabriella menirukan.

Menurutnya, selama ini pihaknya juga melakukan kegiatan sosial di Indonesia Timur, namun lebih kepada pembangunan, salah satunya sekolah.

"Tetapi karena ada kegiatan Nuvo bergerak lawan kuman jadi kita semakin kolaborasi dengan banyak pihak, pemerintah, swasta, NGO dan dari anak - anak. Jadi ini kami lakukan untuk mempercepat sanitasi di Indonesia untuk menuntaskan angka stunting, dan ini dimulai dari anak - anak," tandas Gabriella.

Sementara itu, Chief of Field Office Kupang, UNICEF Indonesia perwakilan NTT dan NTB, Yudhistira Yewangoe, mengatakan UNICEF memandang akses pada air bersih dan penanganan sanitasi yang aman yang menjadi salah satu tumpuan utama untuk menjamin kesehatan dan masa depan anak. 

“Tidak ada akses terhadap air bersih dan sanitasi bisa menyebabkan penurunan kualitas hidup anak yang berujung pada permasalahan kesehatan gizi. Sebagai contoh masalah stunting bahkan bisa berujung pada kematian," kata Yudistira. 

Menurutnya, NTT sudah mengalami kemajuan yang cukup signifikan dalam hal pemenuhan air bersih dan sanitasi. 

"Saat ini lebih dari 70 persen keluarga sudah memiliki akses sanitasi yang aman, bahkan sudah empat kabupaten sudah dinyatakan bebas dari buang air besar (BAB) sembarangan," jelasnya. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Nae Soi, mengapresiasi langkah cerdas yang dilakukan oleh Wings Group dan UNICEF. 

"Stunting di NTT masih tinggi. Oleh karena itu PHBS merupakan salah satu faktor penyebab status gizi dan kesehatan, sehingga apa yang dilakukan Wings bersama UNICEF juga berkontribusi menurunkan angka stunting, " tutup Wagub Nae Soi.

Baca Juga: Masuk Musim Kemarau, BMKG Imbau Masyarakat Tidak Bakar Lahan


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.