Trending

  • Minggu, 25 September 2022

Olahraga

  • 0 Komentar

Kabid Binpres Keluhkan soal Nutrisi dan Teknis ke Ketum PBSI

Kabid Binpres Keluhkan soal Nutrisi dan Teknis ke Ketum PBSI
Kabid Binpres Keluhkan soal Nutrisi dan Teknis ke Ketum PBSI

Penulis: Eggi Paksha

TVRINews, Jakarta

Kabid Binpres PP PBSI, Rionny Mainaky menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan dan apresiasi Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna kepada skuad Indonesia yang telah berlaga di Thailand. Rionny pun siap untuk mengevaluasi hasil yang didapat para pemain dalam tiga turnamen tersebut.

"Terima kasih Pak Agung atas dukungannya dari berangkat sampai kembali ke Indonesia, kita dijemput dengan baik. Setelah ini saya dan pelatih-pelatih akan evaluasi yang lebih serius lagi, karena seperti yang Pak Agung bilang tadi dari faktor mental sangat penting. Kita juga akan pelajari kekurangan kita dan juga kelebihan lawan termasuk untuk nutrisi dan teknis," tutur Rionny.

Sementara itu, permintaan maaf disampaikan oleh Aryono Miranat, asisten pelatih ganda putra yang merangkap sebagai tim manajer, atas prestasi pemain yang kurang maksimal. "Mohon maaf, hasil yang kami dapatkan di Thailand kurang maksimal. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik. Benar tadi yang Pak Agung tegaskan ada tiga kriteria penting dalam olahraga, mental, teknik, dan fisik. Mental memang menjadi yang utama. Dan ini kita akan perbaiki terus," ucap Aryono.

Lalu dituturkan Muhammad Rian Ardianto, kegagalan pada debut pertama setelah vakum 10 bulan bertanding sejak pandemi ini dikarenakan kurangnya mental, fisik, dan strategi dalam bertanding. Hal itu juga yang membuat hilangnya atmosfer pertandingan. "Dari segi mental, fisik dan strategi bertanding juga masih kurang. Ini adalah turnamen pertama kali sejak All England tahun lalu, jadi feeling atau touchnya hilang. Itu yang masih harus kami cari," aku Rian.

Kemudian Fajar menyebutkan bertanding di tengah pandemi harus disikapi dengan baik. Pasalnya, tidak ada yang mengetahui sampai kapan pandemi akan berakhir. Mau tidak mau, pemain harus beradaptasi dengan kondisi ini.

"Jadi memang kondisi seperti ini tidak seperti pertandingan pada biasanya. Saya merasakan fokusnya tidak hanya di bertanding, tapi harus juga menjaga kondisi agar tetap fit. Protokol kesehatan pun sangat ketat, jadi kami mungkin memang kurang terbiasa. Tapi mau tidak mau, kondisi seperti ini harus dijalani," Fajar Alfian menjelaskan.

"Saya mau mengucapkan terima kasih untuk Pak Agung atas dukungannya. Sehingga kami bisa mengikuti turnamen meski dalam kondisi seperti ini. Terima kasih sekali lagi untuk supportnya dan tetap memberikan pilihan yang terbaik untuk kami," Gregoria Mariska Tunjung menambahkan. 

Editor: Eggi Paksha


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.