Trending

  • Minggu, 14 Agustus 2022

Metro

  • 0 Komentar

Mantan ABK Nelayan Asing Diduga Masih Banyak Tersebar di Maluku

Mantan ABK Nelayan Asing Diduga Masih Banyak Tersebar di Maluku
Mantan ABK Nelayan Asing Diduga Masih Banyak Tersebar di Maluku

Penulis: Melky Latusawaule

TVRINews, Ambon

Mantan anak buah kapal (ABK) nelayan Asing di Maluku diduga lebih banyak dari yang teridentifikasi saat ini. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan  HAM Maluku, baru mendata 76 orang dari beberapa kabupaten dan kota.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku Andi Nurka mengaku 76 orang yang diverifikasi ini merupakan data sementara yang diperoleh atas koordinasi Kanwil dan Disdukcapil serta Kesbangpol daerah setempat.

“76 orang ini adalah verifikasi sementara dari data yang kami peroleh dengan koordinasi bersama Dukcapil dan Kesbangpol masing-masing kabupaten dan kota setempat," ujar Andi Nurka.

Untuk itu pihaknya terus melakukan koordinasi bersama Dinas Dukcapil dan Kesbangpol di sejumlah kabupaten guna mengindentifikasi kemungkinan ada lagi sejumlah mantan ABK asing. 

Hal ini mengingat para WNA tersebut sudah menetap selama puluhan tahun dan telah memiliki keturunan dari warga pribumi. Untuk itu melalui verifikasi data WNA yang dilakukan saat ini, menjadi komitmen Kanwil Kemenkumham untuk hadir menyelesaikan persoalan kemasyarakatan.

Menurut Andi Nurka pihaknya telah membicarakan persoalan WNA ini bersama kesbangpol dan dukcapil kabupaten kota serta melakukan komunikasi virtual dengan Dirjen Administrasi Hukum Umum di Jakarta.

Pasca pertemuan, pihaknya akan membentuk tim bersama guna menangani persoalan WNA mantan nelayan di Maluku.

Sejak tahun 2018, pemerintah bersama organisasi internasional untuk migrasi (IOM) memulangkan ratusan nelayan Asing dari Maluku kembali ke negaranya.

Lebih dari tiga tahun operasi ini usai, masih ditemukan puluhan mantan nelayan asing yang tersebar di sejumlah daerah yang bahkan sudah beranak pinak di negeri ini.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.