Trending

  • Rabu, 29 Juni 2022

Metro

  • 0 Komentar

Kementerian LHK Lepasliarkan 12 Satwa Dilindungi ke Alam Papua

Kementerian LHK Lepasliarkan 12 Satwa Dilindungi ke Alam Papua
Kementerian LHK Lepasliarkan 12 Satwa Dilindungi ke Alam Papua

Penulis: Ahmad Richad

 

TVRINews, Papua

Balai Besar Koservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua kembali mengembalikan 12 satwa ke habitat alaminya. Lokasi pelepasliaran tersebut dilakukan di Hutan Adat Isyo, Rhepang Muaif, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura. 

Satwa-satwa tersebut terdiri atas dua ekor cenderawasih kuning kecil (Paradisaea minor), dua ekor kakatua raja (Probosciger aterrimus), lima ekor kasturi kelapa hitam (Lorius lory), satu ekor nuri kelam (Pseudeos fuscata), serta dua ekor kasuari gelambir tunggal (Casuarius unappendiculatus).

Semua satwa tersebut dilindungi undang-undang berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. 

Sementara berdasarkan Daftar Merah Spesies Terancam IUCN (sebuah organisasi internasional), semua satwa tersebut berstatus Least Concern/LC (risiko rendah), dan termasuk Appendix II CITES, kecuali kakatua raja masuk dalam Appendix I.

Kepala BBKSDA Papua, Edward Sembiring, mengatakan bahwa 10 dari 12 satwa yang dilepasliarkan ini merupakan satwa translokasi dari luar Papua. Pengembalian mereka ke habitat alaminya memerlukan energi yang demikian besar dari berbagai pihak. Namun yang paling diperhitungkan oleh Edward adalah persoalan kesejahteraan satwa (animal walfare).

“Ini perlu kita perhatikan, bahwa satwa juga berhak sejahtera seperti manusia. Peran mereka sangat besar di alam dan tidak pernah bisa kita gantikan. Jadi pada kesempatan ini, kembali saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, mari jaga satwa endemik papua sebelum menjadi kenangan. Biarkan mereka hidup dengan nyaman di alam,” kata Edward di kantor BBKSDA Papua, Kamis (2/9/2021).

Lebih lanjut Edward menyatakan bahwa kegiatan pelepasliaran satwa ini masih dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional sekaligus membawa semangat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76. 

"Pesan penting dalam momentum pelepasliaran satwa ini adalah harapan untuk terus berjalan seirama antara manusia, Tuhan, dan alam semesta untuk mencapai keharmonisan hidup yang sesungguhnya," ujarnya.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.