Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Nasional

  • 0 Komentar

Chair G20 ACWG Indonesia Tekankan Pentingnya Anak Muda dalam Melawan Korupsi

Chair G20 ACWG Indonesia Tekankan Pentingnya Anak Muda dalam Melawan Korupsi
Chair G20 ACWG Indonesia Tekankan Pentingnya Anak Muda dalam Melawan Korupsi

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Badung
Para Delegasi Negara Anggota G20 Anti-Corruption Working Group (ACWG) dan undangan lainnya saling berbagi praktik, baik tentang pelibatan publik, maupun pendidikan tentang antikorupsi. 

Dalam rangkaian agenda lokakarya itu, Chair G20 ACWG Indonesia, Mochamad Hadiyana mengusulkan agar negara-negara G20 terus berupaya meningkatkan kesadaran antikorupsi pada generasi muda. 

“G20 harus bisa memberi contoh dan memperkuat upaya untuk meningkatkan kesadaran antikorupsi di kalangan pemuda dan menumbuhkan budaya integritas,” kata Hadiyana kepada wartawan, Rabu (6/7/2022) di Nusa Duq, Badung, Bali.

Di hadapan peserta ACWG, Hadiyana memperkenalkan berbagai praktik baik partisipasi publik dan pendidikan antikorupsi untuk anak muda di Indonesia. 

"Partisipasi publik dan pendidikan itu akan disusun dalam bentuk Compendium of Good Practices, yang menguraikan praktik keberhasilan inovasi dan pendekatan antikorupsi negara G20. Kami yakin bahwa penyampaian (Compendium) ini akan bermanfaat, tidak hanya bagi anggota G20, tetapi juga bagi negara-negara non-anggota,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Khaled Bubshait dari The Oversight and Anti-Corruption Authority (NAZAHA) Arab Saudi berbagi kisah tentang upaya yang dilakukan negaranya dalam meningkatkan partisipasi publik dan pendidikan antikorupsi untuk mewujudkan Vision 2030 bebas korupsi. 

"Upaya tersebut melalui 3 cara, yaitu mendistribusikan publikasi antikorupsi secara luas, menjaga komunitas, dan pemberdayaan masyarakat," ucap Khaled.

Sementara itu, Lulua Asaad selaku Crime Prevention and Criminal Justice Officer UNODC memaparkan praktik lembaganya dalam meningkatkan partisipasi publik dan pendidikan antikorupsi melalui program Global Resource for Anti-Corruption Education and Youth Empowerment (the GRACE 
Initiative). 

Lulua menjelaskan, dalam program the GRACE Initiative, pihaknya aktif melakukan peningkatan kapasitas lembaga pendidikan dasar, menengah, dan tinggi untuk mengajarkan nilai antikorupsi, integritas, dan etika. 

"Kami juga mendorong peran pemuda sebagai agen perubahan dalam pencegahan korupsi melalui inovasi, teknologi, dan kewirausahaan sosial dengan mengusung misi untuk menciptakan budaya antikorupsi di kalangan anak-anak dan remaja, melalui transformasi pendidikan dan kemitraan," kata Lulua.

Kemudian Won Young Jae dari the Anti-Corruption & Civil Rights Commission Republic of Korea juga memaparkan praktik baik lembaganya dengan pembentukan organisasi partisipasi publik (Public-Private Council for Transparent Society), yang diisi oleh 40 orang dari berbagai kalangan di antaranya masyarakat sipil, media, akademisi, ekonom, pegawai pemerintah, dan asosiasi pekerja. 

"Organisasi tersebut selanjutnya bertugas dalam mempromosikan upaya antikorupsi di lingkungannya masing-masing," ucap Won Young.

Terakhir dari KPK, Ramah Handoko menjelaskan bahwa dalam menanamkan nilai antikorupsi pada generasi muda dilakukan dengan memasukan antikorupsi sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi. 

"KPK melakukan pelatihan antikorupsi kepada segenap masyarakat melalui Anti-Corruption Learning Center (ACLC). Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran antikorupsi pada generasi muda," kata Ramah.

Sebagai informasi, pertemuan Negara Anggota G20 Anti-Corruption Working Group (ACWG) ini masih akan berlangsung hingga Jumat, 8 Juli 2022 mendatang.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.