Trending

  • Sabtu, 20 Agustus 2022

Metro

  • 0 Komentar

Kasus Covid-19 Terjadi Pergeseran dari Jawa-Bali ke Luar Jawa-Bali

Kasus Covid-19 Terjadi Pergeseran dari Jawa-Bali ke Luar Jawa-Bali
Kasus Covid-19 Terjadi Pergeseran dari Jawa-Bali ke Luar Jawa-Bali

Penulis: Christhoper Natanael Raja


TVRINews, Jakarta

Proporsi kasus Covid-19 yang terjadi antara wilayah Jawa-Bali dan di luar Jawa-Bali mengalami perubahan yang siginifikan. Awalnya perbadingan antar keduanya mencapai 97 dengan 3 persen, kini angka perbandingan diantara dua wilayah tersebut mencapai 72 dengan 28 persen.

Melihat fenomena ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan dalam beberapa waktu kedepan akan terjadi pergeseran lonjakan kasus yang terjadi di wilayah Jawa-Bali menuju luar Jawa-Bali.

Kasus Covid-19 cenderung masih tinggi bila dibandingkan saat puncak Delta, tapi pemerintah melihat bahwa terdapat 13 provinsi sudah melampaui puncak Delta, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Papua, Sulawesi Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sumatera Selatan.

"Lima di antaranya sudah menunjukkan tren menurun, yaitu DKI Jakarta, Banten, Bali, Maluku, dan NTB dan lainnya sedang dalam puncak atau jalan menuju puncak. Proporsi Jawa-Bali sudah menurun, sedangkan di luar Jawa-Bali meningkat," kata Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (21/2/2022).

Dari sisi perawatan, disebutkan oleh Budi, Kementerian Kesehatan sudah melakukan perbandingan dengan negara-negara lain. Puncak dari lonjakan kasus meninggal akan terjadi 15-20 hari dari sesudah puncak kasus, walaupun di beberapa provinsi sudah mulai menurun, tapi puncak kematian baru akan terjadi dua minggu sesudahnya.

"Kami juga mengamati yang meninggal itu, banyak yang belum divaksin atau vaksinasinya baru sekali, komorbid, dan lansia. Sekali lagi, kami ulangi terus menerus agar segera divaksin lengkap minimal dua kali," ujar Budi.

Ia meminta lansia didorong agar segera bisa lebih cepat divaksin. Pemerintah juga sudah mengupayakan untuk melakukan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) agar semua yang komorbid bisa teridentifikasi lebih dini, walaupun kasusnya ringan, tapi bisa segera langsung masuk rumah sakit.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.