Trending

  • Minggu, 25 September 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Aksi Unjuk Rasa Sri Lanka, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI

Aksi Unjuk Rasa Sri Lanka, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI
Direktur PWNI Kemlu Judha Nugraha

Penulis: Intan Kusumawardani

TVRINews, Jakarta
Presiden Sementara Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengumumkan keadaan darurat nasional, setelah terjadi kericuhan saat Presiden Gotabaya Rajapaksa melarikan diri ke Maladewa, pada Rabu (13/7) kemarin.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu Judha Nugraha mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan WNI di Sri Lanka melalui KBRI. 

“Pada 9 Juli lalu, terjadi unjuk rasa di Sri Lanka, istana presiden diserbu. Ada korban luka, tapi tidak ada info korban WNI yang terlibat dalam aksi unjuk rasa,” kata Judha, saat press briefing secara daring, Kamis (14/7/2022).

Bedasarkan data dari KBRI di Colombo, WNI yang berada di Sri Lanka berjumlah 340 orang. Mayoritas WNI tersebut merupakan pekerja migran, baik yang bekerja di sektor pariwisata hingga konsumsi.

Sri Lanka mengalami krisis ekonomi paling serius setelah COVID-19 yang menghancurkan ekonominya. Ekonomi Sri Lanka bergantung pada pariwisata dan memangkas pengiriman uang dari pekerja di luar negeri.

Krisis diperparah dengan adanya utang pemerintah yang besar dan terus bertambah. Kenaikan harga minyak, pemotongan pajak populis dan larangan impor pupuk kimia tahun lalu yang menghancurkan pertanian, telah menambah kesengsaraan.

Negara kepulauan berpenduduk 22 juta orang itu hampir kehabisan cadangan devisa yang dapat digunakan untuk mengimpor kebutuhan pokok, termasuk makanan, obat-obatan, bensin dan solar.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.