Trending

  • Selasa, 9 Agustus 2022

Metro

  • 0 Komentar

Cara Unik Posko Covid-19 di Cipinang Cempedak, Jaktim

Cara Unik Posko Covid-19 di Cipinang Cempedak, Jaktim
Cara Unik Posko Covid-19 di Cipinang Cempedak, Jaktim

Reporter: Christhoper N. Raja

TVRINews, Jakarta

Masyarakat diajak berpartisipasi dalam penanggulangan Covid-19 dengan mendirikan posko. Posko di setiap lingkungan ini merupakan bagian dari Program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

Salah satu posko yang sudah berdiri berlokasi di Kelurahan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur (Jaktim).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Cipinang Cempedak, Tanjani mengatakan,  aktifitas posko ini dilakukan oleh petugas gabungan. 

Mereka menjalankan apel keliling wilayah Cipinang Cempedak sebanyak tiga kali dalam sehari, yakni pagi, siang, dan malam untuk memantau perilaku masyarakat dan fasilitas umum.

“Kita memantau masyarakat dalam pemakaian masker dan menjaga jarak. Kita juga pantau tempat makan atau supermaket, bagaimana keramaiannya dan tutup sesuai ketentuan atau tidak,” kata Tanjani, Jumat (26/2/2021).

Petugas gabungan memiliki caranya sendiri mengingatkan masyarakat Cipinang Cempedak. Mereka yang ketahuan tidak menerapkan protokol kesehatan, akan difoto oleh petugas yang tidak memakai seragam atau tersembunyi.  

“Kita tidak bermaksud untuk menghukum warga. Maksud kita begitu (memantau dan mengambil foto) supaya mengingatkan mereka kalau Covid-19 itu tak terlihat,” kata dia.

Berbagai reaksi ditunjukkan oleh warga yang kedapatan melanggar protokol kesehatan. “Ada juga yang kabur, ada juga yang tidak mau mengaku telah melanggar protokol kesehatan,” papar dia.

Tak hanya itu, saat apel pagi, petugas sering mendapat teriakan dari anak-anak muda yang lewat. Mereka lewat sambil teriak, awas polisi atau tentara.

Bagi yang melangggar, petugas memberikan pilihan sanksi pada warga, yakni sanksi administrasi atau sosial. Sanksi administrasi berupa dendan Rp250 ribu. Kalau sanksi sosial adalah membersihkan lingkungan, seperti menyapu jalan atau mengecat bahu jalan.

Sesuai fungsinya, posko ini berperan sebagai pendorong perubahan perilaku, layanan masyarakat, pusat kendali infomasi, dan penguatan pelaksanaan 3T (Tracing, Testing, Treatment). Kemudian, dalam pengawasannya, Posko juga ditugaskan untuk melakukan pembinaan yang mengatur masyarakat yang tidak disiplin.

Secara struktural, posko akan dipimpin kepala desa atau lurah sebagai ketua. Ketua BPD sebagai wakil ketua dan beranggotakan perangkat desa serta elemen masyarakat lainnya seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat, sementara TNI/Polri menjadi unsur penting dalam operasional posko, yang dibantu oleh Satpol PP.


Editor:Agus S. Riyanto


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.