Trending

  • Kamis, 30 Juni 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Menteri PPPA Resmikan Rumah Aman Simpati Adhyaksa di Sumedang

Menteri PPPA Resmikan Rumah Aman Simpati Adhyaksa di Sumedang
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat, Asep Mulyana dan Forkopimda Kabupaten Sumedang meresmikan

Penulis: Doni Irwandy

TVRINews, Sumedang


Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat, Asep Mulyana dan Forkopimda Kabupaten Sumedang meresmikan Rumah Aman Simpati Adhyaksa di Kompleks Balai Latihan Kerja Sumedang, Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (19/1/2022).

Rumah Aman Simpati Adhyaksa merupakan tempat untuk merehabilitasi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan. Atau anak-anak dari perempuan yang menjadi korban kekerasan. 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan, Rumah Aman Simpati Adhyaksa merupakan bangunan yang didirikan dan konsepnya diterapkan hasil kerja sama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Sumedang.

"Rumah Aman Simpati Adhyaksa ini suatu hal inovasi yang luar biasa yang sudah dilakukan oleh Pak Kajati melalui Kejari, demikian juga dengan Pak Bupati Sumedang. Yang pertama tentunya apresiasi yang setinggi-tingginya saya sampaikan ini luar biasa inovasinya. Ini bukti bahwa Kajati Jabar dan Pak Bupati serius dengan penanganan korban kekerasan seksual, terutama perempuan dan korban kekerasan anak," kata I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Menteri PPPA menuturkan, didaerah lain juga perlu mencontoh Sumedang untuk mendirikan bangunan-bangunan yang bersifat emergency seperti Rumah Aman Simpati Adhyaksa. Hal itu akan seirama dengan keberanian masyarakat untuk melaporkan kejadian kekerasan yang menimpanya. Dengan adanya Rumah Aman Simpati Adhyaksa, masyarakat semakin yakin bahwa kasus mereka akan ditangani. 

"Yang pertama kami melihat komitmen sinergi kolaborasi yang dilakukan dari aparat penegak hukum dari kejaksaan tinggi dengan tokoh pemerintah daerah untuk memberikan kepentingan yang terbaik kepada korban kekerasan (Sexsual) khususnya perempuan dan anak. Hal ini tentunya bisa menjadi inspirasi di daerah lain untuk memetakan bangunan-bangunan yang bersifat emergency seperti Rumah Aman Simpati Adhyaksa itu mengusung konsep Jatinangor, yakni  (Jangan Tinggalkan Nasib Anak dan Korban)," ucapnya.

Di tempat sama, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat, Asep N Mulyana mengatakan, bahwa kehadiran Kejaksaan di ranah rehabilitasi merupakan bukti, bahwa lembaga hadir bukan hanya di wilayah persidangan, namun juga bagaimana penyelesaian di lapangan. 
"Ini menjadi momentum dan bukti bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat. Akan kami gaungkan juga ke daerah lain," kata Asep.

Maka dari itu, kata Asep, pihaknya mengajak unsur lain di luar lembaga yang berkaitan langsung dengan perlindungan perempuan dan anak untuk turut serta dalam mengembangkan rumah aman. 
"Unsur lain seperti BUMN dan BUMD untuk berpartisipasi, kita samakan pola pikir," ucapnya.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.