Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Metro

  • 0 Komentar

Harga Cabai Tinggi Tak Selamanya Untungkan Petani 

Harga Cabai Tinggi Tak Selamanya Untungkan Petani 
Harga Cabai Tinggi Tak Selamanya Untungkan Petani 

Penulis: Yoga Andika Putra 

TVRINews, Cianjur
Harga komoditas cabai yang melambung tinggi, ternyata tidak selamanya memberikan keuntungan besar bagi para petani. Seperti yang dialami para petani cabai dari Kelompok Tani Multi Jaya Giri (Mujagi) Kp. Pasir Cina, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Cianjur, Jawa Barat.

Didin Silahudin, salah satunya. Ia mengatakan, petani tidak diuntungkan meskipun harga cabai yang tinggi saat ini. Pasalnya, tidak sebanding dengan hasil produksi.

"Sebetulnya untuk cabai, harga yang menikmati saat ini petani, itu pun petani yang panen, kenapa sekarang harganya tinggi? Sebetulnya bukan artian ada yang bermain di harga, karena sekarang harga sudah terbuka. Bahkan tiap hari petani bisa tau info harga, tapi penyebab harga tinggi yaitu tidak seimbang antara permintaan dengan hasil panen," ujar Didin saat ditemui TVRINews.com di Gapoktan Mujagi, Kamis (7/7/2022).

Didin menuturkan saat ini petani sentra cabai kebanyakan mengalami gagal panen, karena harus bertaruh dengan kondisi cuaca ekstrim dan tidak menentu.

"Dengan kondisi seperti ini biaya produksi bisa dua kali lipat bahkan lebih, karena harus dilakukan penyemprotan setiap hari, belum hujan harus pakai plastik," jelas Didin.

Menurut Didin, permintaan cabai saat ini sangat tinggi, bahkan para petani tidak bisa memenuhi permintaan pasar maupun dari konsumen.

"Permintaan normalnya per malam sekitar 40 sampai 50 ton yang masuk ke Jakarta, baru harga akan stabil. Tapi sekarang satu malam tidak sampai 30 persen, karena petani yang harus panen banyak, tapi banyak yang gagal panen karena kondisi cuaca ekstrim saat ini," tutur Didin.

Didin menyebut, para petani saat ini lebih memaksimalkan lahan sedikit daripada tanam luas, meskipun saat ini harga cabai tinggi. Para petani tidak mau mengambil resiko gagal panen.

"Wajar sekarang harga tinggi, selain panen sedikit biaya produksi mahal, walaupun harga tinggi keuntungan tidak besar, tidak seperti waktu normal, tidak seperti orang bayangkan, mungkin liat kondisi cuaca, tapi kalau normal dua tiga bulan bisa mulai panen raya karena stok benih rata-rata habis, tapi kalau cuaca ekstrim belum tentu bisa panen juga," kata Didin.

Harga cabai kriting di tingkat petani berkisar Rp65.000 per-kilogram, untuk cabai rawit Rp. 85.000, sedangkan untuk cabai merah Rp60.000 per-kilogram.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.