Trending

  • Minggu, 3 Juli 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Tim Tabur Kejagung Tangkap DPO Tipikor Kejari Bengkulu Utara

Tim Tabur Kejagung Tangkap DPO Tipikor Kejari Bengkulu Utara
Tim Tabur Kejagung Tangkap DPO Tipikor Kejari Bengkulu Utara

Penulis: Agus Topo

TVRINews, Bengkulu Utara

 

Ujang Sunardi mantan Kepala Desa Karya Pelita, Kecamatan Marga Sakti Seblat, Kabupaten Bengkulu Utara yang menjadi buronan Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara atas dugaan kasus penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2017,  pada Jumat (7/1/2022) dibawa Ke Bengkulu oleh tim tangkap buron Kejaksaan Agung setelah diamankan Kamis (6/1/2022) siang di Perumahan Cahaya Darussalam 2, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Plt Asintel kejati Bengkulu Yeni Pupsita menjelaskan tersangka Ujang Sunardi merupakan DPO Kejaksaan Negeri Bengkulu utara dalam perkara dugaan korupsi dana desa karya pelita bengkulu utara tahun 2017 dengan total anggaran mencapai Rp1 miliar. Sementara saat  dipanggil tim penyidik pidsus Kejari Bengkulu Utara untuk menjalani pemeriksaan, tersangka Ujang sunardi tidak pernah datang dan malah memilih melarikan diri selama 2 tahun 4 bulan Ke Bekasi dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Selama pelarian, tersangka Ujang Sunardi menjalani profesi sebagai pedagang sayur keliling di sekitaran wilayah bekasi.

" Memang benar pada hari ini Jumat (7/1/2022) pihaknya menerima penyerahan tersangka Ujang Sunardi DPO kasus tipikor dana desa karya pelita Bengkulu Utara Tahun 2017 dari Tim Tabur Kejagung. Selanjutnya setelah menerima penyerahan tersangka, Kejati Bengkulu kemudian menyerahkan sepenuhnya proses penyidikan mantan kades karya pelita tersebut ke Penyidik Pidsus Kejari Bengkulu Utara," tegas Yeni Puspita. 

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara Elwin Agustian Kahar mengatakan sebelum dititipkan ke Rutan Polres Bengkulu Utara, Ujang Sunardi akan  menjalani test kesehatan terlebih dahulu.

Kajari Bengkulu Utara menambahkan dari total Rp1 miliar dana desa Karya Pelita Tahun 2017 tersisa dana sebesar Rp400 juta lebih dan dana tersebut kemudian digunakan oleh tersangka untuk kepentingan pribadinya tanpa disertai dokumen pertanggung jawaban apapun.

"Tersangka Ujang Sunardi sewaktu menjabat kades Karya pelita mengelola dana desa sebesar Rp1 miliar dan sisa dana kegiatan dana desa sebesar Rp400 juta habis digunakan untuk kepentingan pribadinya tanpa disertai dokumen pertanggung jawaban apapun," katanya. 

"Atas perbuatannya, tersangka Ujang Sunardi oleh Tim Penyidik Pidsus Kejari Bengkulu dikenakan pasal 2 & 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang pemberantasan Tipikor," sambung Elwin Agustian Kahar. 


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.