Trending

  • Kamis, 11 Agustus 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Dari 14 Laporan Polisi, 2Berakhir SP3, TPDI Ragu Polisi Bisa Jerat Rizieq di Kasus Kerumunan Massa ini

Dari 14 Laporan Polisi, 2Berakhir SP3, TPDI Ragu Polisi Bisa Jerat Rizieq di Kasus Kerumunan Massa ini
Dari 14 Laporan Polisi, 2Berakhir SP3, TPDI Ragu Polisi Bisa Jerat Rizieq di Kasus Kerumunan Massa ini

Reporter:Nur Khabibi

TVRINews, Jakarta

Polda Metro Jaya telah telah menetapkan enam tersangka atas kerumunan massa, salah satunya adalah Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Penetapan status tersangka oleh Penyidik Polda Metro Jaya terhadap Rizieq Shihab dan lima orang lainnya paska gelar perkara tentang Tindak Pidana Kekarantinaan Kesehatan dan Pelangaran pasal 160 dan 216 KUHP dalam kasus kerumunan pernikahan putri MRS beberapa minggu lalu.

"Meski merupakan kabar gembira bagi masyarakat banyak, akan tetapi belum menghapus rasa khawatir publik akan kemungkinan berujung dengan SP3 lagi," kata Petrus Selestinus selaku koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) melalui keterang tertulis yang diterima TVRINews.com, Kamis (10/12/2020).

Kekhawatiran akan kemungkinan dikeluarkan SP3, menurut Petrus, masih menjadi pergunjingan publik. Karena di tahun 2017 yang lalu ketika di hadapan Polri, Rizieq sebagai terlapor tidak kurang dari 14  Laporan Polisi, hanya dua laporan yang berhasil menetapkan statusnya sebagai tersangka. Yakni, kasus dugaan penodaan dasar negara di Polda Jabar dan kasus ‘chat mesum’ di Polda Metro Jaya, itu berakhir dengan SP3.

"Publik menaruh harapan tinggi, agar kali ini Penyidik Polri bekerja membuktikan Profesionalisme dan Independensinya," tegas Petrus.

MRS sudah dipanggil dua kali berturut-turut dan mangkir. Maka  kemungkinan MRS akan dilakukan upaya paksa berupa panggilan ketiga dan penjemputan paksa.

Karena itu dukungan dari masyarakat terhadap Polri sangat diperlukan karena akan menentukan sukses tidaknya upaya paksa yang hendak dilakukan dalam waktu dekat.

"Potensi penghalangan oleh massa pendukung MRS dengan mencoba merintangi agar tidak dikenakan upaya paksa berupa penjemputan paksa, akan dicoba dilakukan demi menunda penyidikan dengan berbagai alasan, termasuk alasan kesehatan," tandasnya.

Editor:Idham Kurniawan


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.