Trending

  • Sabtu, 20 Agustus 2022

Metro

  • 0 Komentar

Siswa SLB Butuh Jemput Bola Vaksinasi Covid-19

Siswa SLB Butuh Jemput Bola Vaksinasi Covid-19
Siswa SLB Butuh Jemput Bola Vaksinasi Covid-19

Penulis: Ikhsan

TVRINews, Mataram

Kelompok rentan Covid-19, yaitu siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Provinsi Nusa Tenggara Barat membutuhkan layanan jemput bola dan sosialisasi vaksinasi. Hingga saat ini kaum marjinal ini belum sepenuhnya mendapatkan layanan perlindungan kesehatan seperti masyarakat pada umumnya.

Hal ini disebabkan keterbatasan ruang gerak penerima vaksin dan masih kuatnya stigma negatif orang tua anak berkebutuhan khusus terhadap dampak vaksinasi Covid-19 sehingga mereka sulit memberikan persetujuan.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Eva Sofia Sari mengatakan, di tengah gencarnya serbuan vaksinasi ke berbagai pelosok wilayah, siswa penyandang difabel belum mendapatkan pelayanan vaksinasi. 

Saat ini pemusatan vaksinasi Covid-19 bagi siswa SLB baru terpusat di Dinas Dikbud NTB dan beberapa sekolah, yaitu vaksinasi tahap 1. 

Kendala lambatnya realisasi ini, yaitu mereka sangat memerlukan upaya jemput bola dan masih besarnya kekhawatiran orang tua  terhadap kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI) vaksin Covid-19 bagi penyandang disabilitas.

”Saat ini hanya beberapa SLB yang sudah mengadakan vaksinasi di sekolah. Sementara rumah sakit yang memberikan pelayanan baru ada dua yang memfasilitasi vaksinasi anak berkebutuhan Khusus. Yaitu Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma dan Rumah sakit mata Nusa Tenggara Barat. Selain dua tempat tersebut, pemusatan vaksinasi juga dilakukan di Dinas Dikbud NTB,” ujar Eva Sovia,Jumat  (8/10/2021).

Dari data Dinas Pendidikan Nusa Tenggara Barat jumlah siswa SLB se-Nusa Tenggara Barat, yaitu 3.165 orang. Dari total jumlah tersebut, realisasi vaksinasinya mencapai prosentase 75 persen tahap satu. Sementara untuk proses pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah dilakukan sejak tahun ajaran baru, yaitu pada juli lalu dengan menerapkan protokol kesehatan.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.