Trending

  • Minggu, 25 September 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Menteri Agama Klarifikasi Umrah Tetap Diperbolehkan, Masih One Gate Policy

Menteri Agama Klarifikasi Umrah Tetap Diperbolehkan, Masih One Gate Policy
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengklasifikasikan prihal isu yang mengatakan bahwa pemerintah menghentikan sementara pemberangkatan jamaah umrah umrah sejak 15 Januari 2022. 

Penulis: Ahmad Richad
TVRINews, Jakarta


Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengklasifikasikan prihal isu yang mengatakan bahwa pemerintah menghentikan sementara pemberangkatan jamaah umrah sejak 15 Januari 2022. 

Yaqut menegaskan bahwa pemberangkatan jemaah umrah asal Indonesia tidak akan dihentikan. Ia juga memastikan bahwa proses keberangkatan jemaah umrah akan tetap menerapkan skema kebijakan satu pintu atau One Gate Policy (OGP).

"Sebenarnya begini, tidak ada pemberhentian umrah, tetapi ini ada komunikasi publik yang agak salah tangkap. jadi bukan umrahnya yang diberhentikan tapi one gate policy (kebijakan terpadu satu pintu) yang kami berhentikan sejak 15 Januari 2022 karena dianggap sudah bisa dijalankan tanpa one gate policy," kata Gus Yaqut saat Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (17/1/2022). 

“Namun setelah hal itu, saya juga sudah meminta kepada Pak Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah agar keberangkatan jemaah tetap menerapkan one gate policy, jadi tidak ada pemberhentian umrah,” sambungnya.

Lebih lanjut Gus Yaqut menerangkan, keberangkatan jemaah umrah tetap berjalan menggunakan one gate policy karena jangan sampai masing-masing daerah bisa terbang sendiri-sendiri. 

Tidak hanya itu, menurut Yaqut sampai saat ini belum ada undang-undang yang melarang warga negara pegi ke luar negeri, termasuk untuk menjalankan ibadah umrah, kalau sudah mendapatkan visa. Kecuali kalau yang bersangkutan terkena masalah hukum. 

“Jadi kalau sudah mendapat visa, dia berhak ke luar negeri. Tapi pemerintah berhak melakukan pengaturan. Penerapan one gate policy adalah bagian dari pengaturan yang diberlakukan pemerintah,” ujarnya.

Gus Yaqut mengaku awalnya ada usulan untuk mencabut pengaturan one gate policy. Namun, setelah proses evaluasi, apalagi ada kasus tim advance Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang terkena Omicron, diputuskan kebijakan satu pintu tetap diberlakukan.

“Kita masih pakai one gate policy aja masih ada yang kena, apalagi kalau dicabut, akan sangat riskan,” ucapnya.

Jemaah umrah Indonesia diberangkatkan kali pertama pada pada 8 Januari 2022. Sampai dengan keberangkatan pada 15 Januari 2022, total ada 1.731 jemaah umrah yang sudah berangkat ke Arab Saudi. Dari jumlah itu, ada 400 jemaah yang akan kembali ke Tanah Air pada hari ini.

“Kita sudah melakukan evaluasi terhadap tim advance yang pulang dari Saudi. Evaluasi akan dilakukan lebih komprehensif seiring kepulangan jemaah umrah yang pertama,” tutur Yaqut.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.