Penulis: Ahmad Richad
TVRINews, Garut
Sentral oleh-oleh khas Garut mulai diserbu para pemudik yang akan kembali ke Bandung dan Jakarta. Dodol beragam rasa serta kerupuk kulit itu masih jadi primadona para pemburu kuliner.
Pusat jajanan khas Garut ini ramai dipadati pembeli, berbeda dengan 2 tahun sebelumnya, mereka harus tutup karena kebijakan PPKM berlevel.
Para pedagang oleh-oleh salah satunya, Oner Sumber Rezeki, Iim Marlina mengatakan libur lebaran tahun ini berasa normal kembali karena diperbolehkan berjualan.
"Pendapatan kami allhamdulilah naik lebih dari 100 persen, sejak seminggu sebelum Lebaran Idulfitri pelanggan sudah mulai ramai," kata Iim kepada TVRINews, di Jalan Raya Otista Tarogong, Garut, Jumat (6/5/2022).
Ada ratusan pedagang dodol di wilayah pusat oleh-oleh di Jalan Raya Otista Garut ini. Mereka kini bisa tersenyum karena usahanya kembali berjalan normal.
Kebanyakan para pembeli ini merupakan para pemudik yang baru pulang berwisata di Cipanas Garut, serta pemudik yang mulai meninggalkan kampung halamannya.
Suprapto, salah seorang pembeli mengatakan dodol aneka rasa serta kerupuk kulit masih jadi primadonanya untuk dibawa pulang.
"Saya borong dodol semua rasa, ini semua nanti buat orang rumah dan kantor. Sekarang kami mau balik lebih awal, takut macet nanti kalau ditunda-tunda," kata Suprapto (32), pemudik asal Tasikmalaya yang akan balik ke Jakarta.
Garut memang dikenal sebagai kota penghasil dodol terbesar di tanah air, dengan beragam rasa, kini dodol Garut berinovasi ke rasa kopi, serta rasa cokelat.
Sentral Oleh-oleh Khas Garut Diserbu Pengunjung, Dodol Masih Primadona
6 Mei 2022, 14.140 komentar
Bagikan:
1 / 3Baca Juga
- Kejati Sumsel Tahan Wabup PALI dalam Kasus Dugaan Pemerasan Proyek
- Lapak PKL di Koto Tangah Diamankan Satpol PP Padang
- Irene Dorong Animasi Lokal Tentang Anak Perluas Ekosistem Kreatif
- Polresta Padang Tangkap Pembobol Konter Pulsa di Jalan Veteran
- Kogabwilhan I Hadirkan Museum Dharma Matra sebagai Pusat Edukasi Sejarah Pertahanan
Redaktur TVRINews
Editor









