
Duet Papua-Jabar Pencipta Obor, Lentera dan Tungku PON XX Papua 2021 (Episode 1)
Penulis: Dadan Hardian
TVRINews, Kota Jayapura
Hari Jumat (15/10/2021), Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, tinggal menyisakan hitungan jam. Menurut jadwal, upacara penutupan akan berlangsung Jumat malam.
Pada PON XX Papua kali ini, 681 nomer pertandingan digelar yang melibatkan 7.039 atlet, dan memperebutkan 1369 kepingan, yan yakni terdiri dari 430 medali emas, 421 perak, dan 581 perunggu.
Upacara penutupan pun telah dipersiapkan dengan matang oleh panitia penyelenggara, termasuk persiapan sebelum pembukaan yakni prosesi acara kirab api abadi PON.
Diketahui, kirab api abadi PON dimulai dari Sorong, Papua Barat 26 September. Selanjutnya,dibawa ke Kabupaten Biak 27 September, Kabupaten Mimika 28 September, Kabupaten Merauke 30 September, berakhir di Kota dan Kabupaten Jayapura pada 1 dan 2 Oktober.
Pembawa api Obor melibatkan tim TNI-Polri serta puluhan atlet-atlet legendaris seperti Taufik Hidayat (bulu tangkis) dan Ruli Nere (sepak bola).
Salah satu hal yang menarik dari perhelatan olahraga akbar nasional empat tahunan ini, yaitu obor PON dibuat menyerupai Tifa.
Api PON adalah satu dari bagian penting dalam upacara pembukaan yang dilakukan.
Obor Api PON yang disulutkan secara simbolis oleh Boaz Solossa di acara puncak kirab saat pembukaan di Stadion Lucas Enembe, Jumat (2/10/2021), siapa designer atau perancangnya?
Dia antropog muda Papua dan kurator Museum Lola Budaya Universitas Cenderawasih (Uncen). Namanya Enrico Yori Kondolangit.
Dalam suatu kesempatan, persisnya di ruang tamu museum, orang paling berjasa dalam pembuatan obor, lentera dan tungku PON XX Papua 2021 ini berbincang santai dengan TVRINews.com
Enrico Yori Kondolangit, salah satu putra terbaik Papua ini berduet dengan Goy Gautama, Kamones Workshop dan Galery Bandung dalam penciptaan Obor PON XX.
(bersambung, Jumat 15/10/2021)
Editor: Admin
