TVRINews – Gaza
Hujan deras disertai badai musim dingin melanda Jalur Gaza pada Sabtu 7 November 2026 menenggelamkan ribuan tenda penampungan dan memaksa ribuan keluarga pengungsi Palestina bertahan di tengah cuaca ekstrem. Badan Pertahanan Sipil Gaza menerima sekitar 1.500 panggilan darurat dalam 10 jam, dengan tinggi genangan air di sejumlah titik pengungsian mencapai 30 hingga 40 sentimeter.
Juru Bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, menyebut bayi prematur, lansia, dan warga sakit sebagai kelompok yang paling terancam. Angin kencang dan hujan juga merusak bangunan yang telah rapuh akibat perang, termasuk gedung yang runtuh sebagian di Nuseirat dan dinding yang roboh hingga melukai dua orang di Gaza utara.
Komite Darurat Gaza menyatakan lebih dari satu juta pengungsi menghadapi bahaya cuaca dingin ekstrem dan membutuhkan sedikitnya 200.000 tenda baru. Upaya pertolongan terhambat minimnya perlengkapan, sementara Jaringan Organisasi Non-Pemerintah Palestina (PNGO) mencatat hanya 180 hingga 200 truk bantuan masuk per hari, jauh di bawah target 600 truk, dan sekitar 50.000 tenda masih tertahan di perbatasan Mesir.









