Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan penataan dan revitalisasi sarana prasarana di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) utamanya dalam rangka persiapan KTT G20, November mendatang sekaligus untuk meningkatkan pelayanan TMII sebagai destinasi wisata rakyat sejak tahun 1970-an.
"Saya pribadi ingin TMII tetap menjadi destinasi wisata rakyat. Masyarakat datang gelar kloso (tikar) makan siang, itu tetap harus ada seperti di tempat wisata Ragunan dan Ancol. Saya juga berharap tarif tidak naik," kata Basuki Hadimuljono saat mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau progres renovasi TMII di Jakarta, Selasa (23/8/2022).
Baca Juga: Menhub Sorot Kenaikan Harga Tiket Pesawat yang Berlaku di Kalimantan Utara
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti menyampaikan kegiatan renovasi TMII dimulai sejak Januari 2022 dengan progres sudah mencapai 98 persen. Luas area pekerjaan meliputi penataan bangunan seluas 7,71 hektare dan kawasan seluas 26,56 hektare.
"Kami juga lakukan perbaikan halaman setiap anjungan provinsi yang sebelumnya terkotak-kotak dengan pagar besi beton, sekarang menjadi menyatu tanpa sekat antar anjungan dengan lansekap hijau yang indah dan tertata," ucap Dirjen Cipta Karya Diana.
Kegiatan renovasi TMII dilaksanakan dalam 3 zona dengan total anggaran sebesar Rp1,08 triliun. Zona 1 dengan tema Indonesia Klasik 'elegan dan geometri' di antaranya penataan area gerbang utama, renovasi koridor utama Sasono, plaza utara dan selatan, Plaza Gadjah Mada, Tugu Pancasila, Keong Mas, Sasono Utomo, Sasono Langgeng Budoyo, Sasono Adiguno, Museum Indonesia, dan Lantai 1 gedung pengelola sebagai gerai UMKM.
Baca Juga: Kepala Bakamla RI Resmi Buka Patroli Bersama Keamanan dan Keselamatan Laut Nasional 2022
Zona 2 dengan tema Arsitektur Nusantara, Tradisi, dan Budaya Sulur di antaranya penanganan jalan dan pedestrian kawasan lingkar dalam, Plaza Boulevard Nusantara, amphiteater, dan promenade keliling Danau Archipelego.
Zona 3 dengan tema Indonesia Kini Modern di antaranya penanganan jalan dan pedestrian kawasan lingkar luar.










