Reporter: Riana Rizkia
TVRINews, Jakarta
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah membangun sebanyak 27 Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) 3R. Salah satunya berada di Kayumanis, yaitu TPS 3R Kayumanis 2.
Bento, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPS 3R Kayumanis 2, menjelaskan bahwa lokasi tersebut mulai beroperasi sejak Januari 2017. TPS 3R bertujuan untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Nantinya, sampah yang dikumpulkan di TPS 3R akan dibedakan menjadi tiga. "Di TPS 3R sampah dipilah menjadi tiga bagian, yaitu sampah organik, anorganik dan residu. Dengan TPS 3R, sampah yang teruarai sebanyak 70 persen, jadi residu yang dibuang ke TPA Galuga hanya 30 persen," jelas Bento di Bogor, Sabtu (6/3/2021).
Setelah dilakukan pemilahan, sampah akan diolah dengan tiga cara berbeda. "Untuk pengolahan sampah organik ada tiga cara, secara manual, di bolak balik, sampai akhirnya jadi pupuk. Ada yang diolah melalui biogas, bisa menghasilkan gas yang digunakan di TPS, dan menghasilkan pupuk padat dan juga pupuk cair. Ada juga cara diurai menggunakan magot, karena di TPS 3R juga membudidayakan magot," jelas Bento.
Sampai saat ini TPS 3R melayani sebanyak empat Rukun Warga (RW) dengan total 400 kepala keluarga "Sehari bisa 700 kg sampah rumah tangga," lanjut Bento.
Nantinya, sampah organik akan menjadi pupuk sama biogas sedangkan sampah anorganik yang sudah dipisahkan dijual ke pengempul limbah plastik atau limbah daur ulang, dan sampah residu akan dibuan ke TPA Galuga.
Editor: Eggi Paksha








