Penulis: Basri A
TVRINews, Lumajang
Adanya ancaman terjadinya gempa bumi dan tsunami Megathrust di selatan Jawa Timur, membuat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan langkah antisipatif.
Jumat (5/11/2021), petugas BMKG Pasuruan dan BPBD Lumajang melakukan pemetaan, mulai dari jalur evakuasi, titik kumpul, hingga tempat pengungsian di sekitar pesisir selatan Kabupaten Lumajang.
Sejumlah petugas BMKG Stasiun Klimatologi Pasuruan didampingi petugas BPBD Kabupaten Lumajang langsung mendatangi beberapa tempat di Kabupaten Lumajang yang masuk dalam peta rawan bencana dan terdampak terjadinya gempa bumi dan tsunami Megathrust.
Beberapa termpat tersebut di antaranya Pesisir Pantai Lumajang, mulai dari Tempursari, Pasirian, Tempeh, hingga Yosowilangun.
Dari pengamatan yang dilakukan petugas BMKG, ancaman terjadinya Megathrust bakal berdampak buruk bagi daerah-daerah yang berada di sepanjang pesisir selatan. Sebab, Megathrust terjadi dengan kekuatan gempa mencapai Magnitudo 8,7.
Gempa tersebut juga menimbulkan gelombang tsunami maha dahsyat hingga setinggi 22 meter. Sedangkan selang waktu antara gempa hingga terjadinya tsunami hanya 24 menit.
Itulah sebabnya, Kabupaten Lumajang yang berada di pesisir selatan harus memiliki pemetaaan daerah rawan bencana untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi akibat Megathrust ini.
Pemetaan meliputi jalur evakuasi, titik kumpul terdekat, hingga tempat penampungan bagi para pengungsi. Demikian pengamatan Ahmad Fauzi, dari BMKG Stasiun Pasuruan.
Sementara itu Kepala BPBD Lumajang, Indra Wibawa Leksana mengatakan sejauh ini, BPBD Kabupaten Lumajang telah melakukan pemasangan rambu-rambu di sekitar daerah-daerah yang masuk dalam kawasan rawan bencana. Rambu-rambu meliputi jalur evakuasi, titik kumpul awal, hingga tempat penampungan bagi para pengungsi.
Petugas juga telah membentuk desa-desa tanggung bencana dengan melakukan pelatihan-pelatihan kepada warga masyarakat agar bisa mempersiapkan diri sedini mungkin jika bencana benar-benar terjadi.
Setidaknya ada 13 desa dari 5 kecamatan yang ada di Kabupaten Lumajang yang diprediksi masuk dalam daerah terdampak Megathrust.
Dengan kesiapan menghadapi Megathrust ini diharapkan bisa meminimalisir dampak buruk, serta mengurangi adanya korban jiwa dan material.










