Penulis: Ahmad Richad
TVRINews, Jakarta
Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Laksamana Muda TNI Dwika Tjahja Setiawan mengatakan musibah kecelakaan jatuhnya TNI Angkatan Laut terjadi pada pukul 09.30 WIB di Perairan Laut Selat Madura (antara Kab. Bangkalan Madura dan Gresik).
"Pesawat tersebut diterbangkan pilot Lettu Laut (P) Judistira Eka Permady, NRP 22360/P dan co-pilot Letda Laut (P) Dendy Kresna Bhakti, NRP 22613/P," kata Dwika saat konferensi pers di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (7/9/2022).
Dwika menyebutkan saat ini, pihaknya mengerahkan 7 KRI, 1 Pesud CN235, 2 helikopter, 2 KAL, 2 Tim Kopaska, dan 2 Tim Penyelam.
Kegiatan SAR tersebut dipimpin langsung oleh Pangkoarmada II dan Komandan Guspurla Koarmada II.
"Penyebab jatuhnya pesawat T-2503 masih belum diketahui," ucap Dwika.
Berikut kronologi musibah kecelakaan jatuhnya TNI Angkatan Laut:
Pada pukul 08.45 WIB pesawat latih milik TNI AL jenis/type: Bonanza G-36, No. Reg: T-2503 take off dari bandara Juanda dengan rute Sub-(Armada) Loc Area-Sub.
Pukul 08.55 WIB pesawat latih milik TNI AL jenis/type: Bonanza G-36, No. Reg: T-2503, Lost Contact di Perairan Laut Selat Madura (antara Bangkalan Madura dan Gresik).
Musibah kecelakaan jatuhnya Pesawat Udara (pesud) TNI AL itu, diketahui sekitar pukul 09.30 WIB di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) yaitu di Perairan Laut Selat Madura (antara Kab. Bangkalan Madura dan Gresik).










