Penulis: Intan Destia Helmi
TVRINews, Abu Dhabi
Hari Toleransi Internasional atau International Day of Tolerance diperingati setiap tahunnya pada 16 November sejak 1995. Peringatan hari ini dipelopori oleh negara-negara anggota Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO yang mendeklarasikan prinsip tentang toleransi pada 1994.
Toleransi adalah hak asasi manusia dan menjadi salah satu fondasi kesatuan bangsa Indonesia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.508 pulau yang dihuni lebih dari 360 suku bangsa. Belum lagi, ratusan suku bangsa itu dibedakan dengan beragam agama.
Hal ini membuktikan kehebatan masyarakat Indonesia dalam menghargai perbedaan dengan hidup berdampingan sejak masa penjajahan.
Berbicara soal toleransi, Indonesia adalah negara yang sangat kaya toleransi. Indonesia dengan slogannya ‘Bhinneka Tunggal Ika’ yang berarti ‘berbeda-beda tapi satu jua’ menyatukan masyarakat Indonesia yang terdiri dari beribu keragaman.
Pada saat Apartheid menyelimuti tingkat diskriminasi sejumlah bangsa, pada masa perbedaan agama memisahkan India dan Pakistan, pada momen Korea terbelah menjadi utara dan selatan karena perbedaan ideologi, masyarakat Indonesia bersama dengan keragaman budaya, bahasa, agama, dan sukunya justru bersatu padu melawan kekejaman penjajah.
Dibawah naungan nusantara, masyarakat yang berasal dari beragam perbedaan ini mampu menyatukan tekat untuk menjadi satu bangsa yang merdeka. Setelah kemerdekaan terploklamir pada 17 Agustus 1945, persatuan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke kembali diuji dengan tantangan agresi militer.
Namun disisi lain, hal ini justru memberikan dampak pada semangat persatuan melawan penjajah, yang berdampak positif pada sikap toleransi dalam menghargai perbedaan. Kini, semakin beragamnya agama ditengah kepunahan bahasa tak menyurutkan makna toleransi di tengah masyarakat.
Walau kepentingan politik dan agama kerap menodai budaya toleransi antar umat, namun tak menghilangkan fondasi toleransi yang menjadi alasan kuat bersatunya perbedaan ini menjadi Indonesia.
TVRI sebagai media pemersatu bangsa menjadi salah satu pilar dalam memperkuat fondasi toleransi di tengah masyarakat. Berbagai konflik kepentingan yang kerap melemahkan ideologi persatuan dalam menghargai perbedaan justru dihalangi oleh TVRI dengan menyajikan kabar yang tetap mengedepankan toleransi dan anti propaganda.
Sebagai satu-satunya stasiun TV publik, TVRI juga diberi kepercayaan berpartisipasi dalam Global Media Congress yang diadakan pada 15-17 November 2022 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Kongress Media Global ini akan menyelenggarakan diskusi panel khusus terkait peran media dalam membangun masyarakat yang toleran. Uni Emirat Arab juga akan menyelenggarakan kampanye toleransi yang bertujuan mengeneralisir lebih dari ribuan cerita yang akan menyorot beragam manifestasi toleransi di Uni Emirat Arab, yang berhubungan dengan agama, budaya, kuliner, suku, dan lain sebagainya.
Indonesia dengan kekayaan paradigma toleransinya akan menjadi salah satu role model dalam mendefinisikan makna toleransi dalam forum ini. Dengan berpartisipasinya TVRI dalam kegiatan ini diharapkan dapat menguatkan semangat menghargai perbedaan di Indonesia dan dunia










