Penulis: Intan Kusumawardani
TVRINews, Banten
Jika sudah berada di Banten, belum lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Kampung Wisata Baduy. Kampung Wisata Baduy terletak di Desa Cibeo, Kabupaten Lebak, Banten atau sekitar 40 Km dari Rangkasbitung. Baduy terbagi menjadi dua tempat, yaitu masyarakat Baduy Luar dan Dalam.
Sebelum memasuki kawasan Baduy Luar, pengunjung bisa berhenti di Terminal Ciboleger. Sesampainya di Terminal Ciboleger, pengunjung akan menemukan monumen (tugu) satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua orang anak (laki-laki dan perempuan) merepresentasikan masyarakat Baduy yang ada di Desa Ciboleger.
Untuk masuk ke dalam kawasan Baduy Luar, pengunjung akan diminta untuk mengisi daftar pengunjung serta tiket masuk. Untuk harga tiket masuknya pun terbilang murah, hanya dengan Rp 5.000 pengunjung sudah bisa menikmati suasana Perkampungan Baduy.
Saat berada di dalam, pengunjung akan disuguhi pemandangan rumah adat suku baduy yang juga menjual beberapa souvenir khas suku baduy salah satunya yaitu tas koja.
Untuk harga tas koja terbilang variatif, mulai dari Rp 35.000 hingga Rp 250.000 tergantung ukuran tas. Eits.. tenang saja, bagi pengunjung yang tidak membawa uang tunai dapat membayar dengan Scan QR maupun transfer bank.
Salah satu penjual tas koja yang ditemui tim tvrinews.com yaitu Bapak Arwan. Selain sebagai penjual, Bapak Arwan juga merupakan pengrajin tas koja.
Bapak Arwan mengatakan bahwa tas koja terbuat dari kulit kayu pohon teureup, namun bisa juga menggunakan kulit pohon pisang.
"Kalau pakai kulit pohon teureup apabila terkena basah tidak akan licin," kata Bapak Arwan, Kamis (13/10/2022).
Pembuatan tas koja memerlukan waktu pengerjaan sehari untuk ukuran kecil, namun untuk ukuran besar memerlukan waktu hingga seminggu.
Lebih lanjut, Bapak Arwan juga memberikan tips untuk menjaga dan merawat tas koja agar awet.
"Kalau tasnya basah langsung dikeringkan aja dan taro nya di suhu ruangan," ucap Bapak Arwan.
Sebagai informasi, Tas koja pernah dipakai oleh Presiden Joko Widodo saat menghadiri Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD tahun 2021 lalu dan menyebabkan permintaan tas koja meningkat.
Editor: Redaktur TVRINews
