Penulis: Intan Kusumawardani
TVRINews, Serang
Rabeg merupakan masakan khas Banten, yang memang sudah sangat terkenal. Pada zaman dahulu, makanan ini merupakan makanan favorit Sultan Maulana Hasanudin.
Makanan berkuah yang berbahan dasar jeroan kambing ini memiliki rasa yang sangat gurih dan lezat. Makin sedap disantap selagi masih hangat.
Salah satu rumah makan yang cukup legendaris menyajikan menu rabeg adalah Rumah Makan Rabeg Khas Serang Haji Naswi (Magersari) yang berlokasi di Jalan Mayor Syafei No.30, Kotabaru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, atau depan Rumah Tahanan (Rutan) Serang.
Sumiyati (63), pemilik Rabeg Khas Serang Haji Naswi, mengatakan bahwa usaha rabeg sudah dimulai dari neneknya yang bernama Hj. Sani pada tahun 1950'an. Pada saat itu Hj. Sani berjualan dari satu lokasi hiburan rakyat ke lokasi lain.
Sumiyati sendiri merupakan generasi ketiga yang meneruskan usaha rabeg. Namun, karena kondisi umur yang sudah tua, saat ini usaha rabeg diteruskan oleh anaknya, Aulia Rahman. Meskipun berbeda yang mengelola, tetapi cita rasa rabeg khas H. Naswi tetap sama.
"Saya paling bantu masak dirumah," kata Sumiyati saat ditemui, Selasa (11/10/2022).
Sekilas rabeg mirip dengan semur. Bedanya adalah kuahnya yang encer dan rasa jahenya yang cukup kuat sehingga dapat membuat badan menjadi hangat.
"Kalau semur kan kuahnya kental, kalau rabeg encer," ucap Sumiyati.
Rabeg H. Naswi berbeda dengan rabeg lainnya, rabeg disini tidak terlalu berbau kambing, sehingga bagi yang tidak begitu menyukai kambing dapat mencoba hidangan rabeg disini.
"Orang yang gak suka kambing pun bisa makan," ujar Sumiyati.
Menurut Sumiyati, dahulu rabeg dibuat dengan cara mencampurkan bumbu dan diremas menggunakan tangan. Dari proses meremas menggunakan tangan itulah maka disebut dengan rabeg.
Selain itu, Sumiyati juga menuturkan kisah yang berbeda tentang rabeg. Saat itu Sultan Maulana Hasanudin pergi ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Kemudian sultan berlabuh ke pelabuhan yang berada di Kota Rabigh. Sesampainya di Rabigh, Sultan sangat takjub dengan keindahan Kota Rabigh juga kulinernya.
Saat kembali ke tanah air, sultan rindu dengan masakan Kota Rabigh yang berbahan dasar daging kambing. Sang sultan pun meminta kepada juru masak istana untuk dimasakkan dengan rasa yang sama.
Namun, juru masak istana tidak tahu bahan-bahan apa yang diperlukan dan hanya menerka-nerka. Ketika dihidangkan, ternyata sang sultan pun menyukainya.
Berita itu pun terdengar hingga ke luar istana. Hingga saat ini rabeg menjadi hidangan wajib masyarakat Banten di setiap acara.
Selain rabeg, disini juga menyediakan menu lain seperti sate kambing, sate ayam, sop kambing, sop ayam, sop sapi, soto daging sapi, soto daging ayam, dan nasi timbel.
Rabeg H. Naswi buka setiap hari Senin sampai Sabtu pukul 09.00 WIB hingga 22.00 WIB. Buat yang sedang berkunjung ke daerah Serang, jangan lupa untuk mampir di Rabeg H. Naswi.
Editor: Redaktur TVRINews
