
kepiting bakau di pesisir desa Simbur Naik kabupaten Tanjung Jabung Timur dapat dijadikan alternatif untuk berburu kepiting
Penulis : Daniel Saputra
TVRINews, Jambi
Bagi pembaca yang gemar seafood, terutama jenis kepiting bakau di pesisir Desa Simbur Naik Kabupaten Tanjung Jabung Timur dapat dijadikan alternatif untuk berburu kepiting tersebut.
Selain bentuknya yang beda, rasa kepiting bakau juga khas. Fase harian pasang surut air laut menjadi berkah tersendiri bagi warga Pesisir Desa Simbur Naik, Kecamatan Muara Sabak Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Sebab, hal ini membuat sebagian warga memanfaatkannya untuk mencari ikan hingga kepiting bakau.
Salah Seorang warga Desa Simbur Naik Edo mengatakan waktu yang cocok untuk berburu kepiting bakau dilakukan pada sore hari pada saat air laut mulai pasang.
“Penangkapan terukur berbasis kearifan lokal dilakukan dengan menggunakan sejumlah alat tradisional. Mulai dari alat penjepit, pancingan hingga tempakul karena kepiting bakau kerap bersembunyi di lubang berlumpur”, terang Edo.
Edo menjelaskan area pasang surut air laut di dalam kawasan rerimbunan vegetasi bakau menjadi lokasi ia mencari kepiting. Untuk menangkap kepiting bakau, warga kerap menggunakan jaring-jaring berukuran segi empat yang sudah dibuat khusus.
“Di jaring-jaring ini dipasang umpan berupa anakan kepiting berukuran kecil hingga malung, agar kepiting mau mendekat dan masuk ke perangkap jaring, ”ungkap Edo.
Edo menambahkan harga kepiting bakau ini terbilang fantastis per kilogramnya mencapai Rp150 ribu lebih tergantung ukuran. Setiap harinya, banyak warga yang berburu kepiting bakau.
Hasil buruannya kemudian disetor kepada pengepul untuk memenuhi kebutuhan rumah makan yang menyajikan kuliner seafood.
Namun, pecinta makanan laut dapat membeli kepiting bakau ini untuk dijadikan bahan olahan seafood sesuai dengan seleranya.
Editor: Desi Krida
